Ban Motor Terlalu Keras Ternyata Bisa Bikin Komponen Ini Cepat Rusak
Liputan6.com, Jakarta - Berapa kali Anda mengisi angin ban motor hanya berpatokan pada "feeling" atau sekadar menekan permukaannya menggunakan jempol?
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, menentukan tekanan angin ban motor secara asal-asalan, baik terlalu keras maupun terlalu kempes, ternyata dapat memengaruhi kenyamanan, keselamatan, hingga kondisi sejumlah komponen kendaraan.
Pada motor matic, tekanan ban yang tidak sesuai juga berpotensi membuat biaya perawatan membengkak. Salah satu dampaknya, ban yang terlalu keras tidak mampu meredam guncangan dengan baik sehingga getaran dari jalan dapat diteruskan ke bagian belakang motor dan berpotensi mempercepat keausan komponen CVT.
Disitat dari laman Wahana Honda, Jumat (11/9/2026), masih banyak pengendara yang menganggap ban dengan tekanan angin tinggi membuat tarikan motor lebih ringan dan mengurangi risiko ban bocor.
Padahal, tekanan angin yang berlebihan maupun kekurangan sama-sama memiliki konsekuensi. Lantas, apa saja dampaknya?
Tekanan angin yang terlalu tinggi membuat karakter ban berubah. Permukaan ban cenderung lebih membulat sehingga area yang bersentuhan dengan aspal menjadi lebih sedikit.
Berikut sejumlah dampak yang bisa muncul:
1. Rawan Tergelincir
Ban yang terlalu keras memiliki bidang kontak dengan permukaan jalan lebih kecil. Kondisi ini menjadi semakin berisiko ketika motor melintas di jalan yang basah.
Grip ban terhadap aspal dapat berkurang sehingga motor lebih mudah kehilangan traksi, terutama ketika menikung atau melakukan pengereman.
2. Berpotensi Mempercepat Keausan Komponen CVT
Ban yang terlalu keras memiliki kemampuan lebih rendah dalam meredam getaran dan benturan dari permukaan jalan.
Ketika motor melewati jalan rusak atau lubang, guncangan yang seharusnya sebagian diredam oleh ban dapat diteruskan ke bagian belakang kendaraan. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat membuat komponen seperti bearing atau laher serta as puli CVT menerima beban dan getaran lebih besar.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen dan membuat biaya perawatan kendaraan menjadi lebih mahal.
3. Bantingan Motor Menjadi Kaku
Tekanan angin yang terlalu tinggi juga membuat bantingan motor terasa lebih keras.
Ban kehilangan sebagian kemampuannya untuk mengikuti kontur permukaan jalan sehingga suspensi harus bekerja lebih keras dalam meredam guncangan.
Akibatnya, kenyamanan pengendara dan pembonceng dapat berkurang.