Banjir Bandang Nepal-Tibet: Lebih dari 1.300 Orang Hilang, Ratusan Turis Asing Belum Ditemukan
AKURAT.CO Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, menewaskan sedikitnya 165 orang dan menyebabkan lebih dari 1.300 orang dilaporkan hilang. Ratusan di antaranya merupakan wisatawan asing yang tengah berada di kawasan Himalaya.
Bencana terjadi setelah runtuhnya bagian gletser di kawasan pegunungan Himalaya memicu aliran air, lumpur, batu, dan material longsoran dalam jumlah besar. Arus deras kemudian menerjang permukiman, jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas di sepanjang jalur Nepal-Tibet.
Pada Kamis (27/8/2026), badan penanggulangan bencana Nepal mencatat 823 orang masih belum diketahui keberadaannya. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 579 orang merupakan wisatawan Nepal dan warga negara asing.
Di sisi lain perbatasan, otoritas China melaporkan 558 orang hilang di wilayah Tibet, termasuk sekitar 260 warga negara asing. Jika kedua angka tersebut digabungkan, jumlah orang yang belum ditemukan mencapai lebih dari 1.300 orang.
Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara. Petugas masih melakukan pencarian dan pendataan, sehingga angka korban maupun orang hilang dapat berubah. Kemungkinan adanya pencatatan ganda, terutama terhadap warga berkewarganegaraan ganda, serta proses pencocokan jenazah dengan daftar orang hilang turut membuat data berubah dari waktu ke waktu.
Nepal merupakan salah satu tujuan utama pendaki dan wisatawan dunia. Selain kawasan Everest, wilayah perbatasan Nepal-Tibet juga menjadi jalur penting bagi wisatawan dan peziarah yang menuju kawasan Gunung Kailash dan Danau Manasarovar.
Warga Asing dari Berbagai Negara Belum Ditemukan
Sejumlah negara telah melaporkan warganya yang belum dapat dihubungi setelah bencana.
China mencatat 298 warga negaranya masih hilang dalam bencana tersebut. Sementara itu, data otoritas China secara keseluruhan mencatat 558 orang hilang di wilayah Tibet, dengan 260 di antaranya merupakan warga asing.
India menjadi salah satu negara dengan jumlah warga yang belum ditemukan cukup besar. Data Nepal Tourism Board sebelumnya mencatat 142 warga India hilang. Mereka diketahui berada di Nepal bersama sejumlah agen perjalanan, termasuk Samrat Tours & Travels, Leaf Holiday, dan Himalayan Glacier.
Ukraina juga melaporkan 53 warganya belum diketahui keberadaannya. Di antaranya terdapat kelompok 46 wisatawan Ukraina yang kehilangan kontak dengan otoritas Nepal.