Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Bank pembangunan daerah Bankaltimtara mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kaltim, lewat bantuan modal usaha bagi petani pisang.

"Kami tetap berkomitmen untuk terus membantu program Bupati Kutim terkait peningkatan ekonomi kerakyatan, yakni membantu permodalan bagi pekebun, petani, dan UMKM," ujar Kepala Cabang Bankaltimtara Sangatta Mardiansyah di Sangatta, Kutim, Jumat.

Saat ini, pisang dari Kutim sudah merambah pasar ekspor seperti Malaysia, Singapura, Iran, dan Korea Selatan.

Hingga Juli ini, total nilai modal dan skema pembiayaan Bankaltimtara (Bankaltim) untuk petani pisang kepok grecek di Kutim sekira Rp6 miliar di wilayah Kecamatan Kaliorang, Kaubun, dan sekitarnya.

Dalam pengembangan kebun pisang, kebutuhan investasi total Rp30,2 Juta per hektare. Dalam hal ini Bankaltimtara menanggung Rp21,14 Juta atau sekitar 65 persen dari kebutuhan.

Sementara per petani, plafon disesuaikan luas lahan dengan rata-rata antara Rp50 juta hingga Rp300 juta per petani, tergantung skala budi daya.

Untuk bunga ditetapkan ringan sesuai skema komoditas strategis daerah atau di bawah bunga kredit umum, dengan tenor fleksibel yang disesuaikan siklus tanam pisang, umumnya 3-5 tahun termasuk masa pengembangan awal.

Program ini berjalan dalam ekosistem tertutup, yakni hasil panen diserap langsung oleh koperasi sebagai pembeli utama, sehingga petani terhindar risiko harga jatuh.

Selain kredit khusus pisang, petani juga bisa mengakses KUR Bankaltimtara dengan plafon hingga Rp500 Juta dan bunga 6 persen efektif per tahun untuk kebutuhan pendukung lain.

Sedangkan, saat ini sudah disalurkan tahap awal kepada 15 petani percontohan, sementara penyaluran kepada anggota lain berlangsung bertahap sepanjang tahun 2026.

Sementara itu, ketika selesai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bankaltimtara di Samarinda pada Kamis (9/7/2026), Mardiansyah juga menyebut salah satu program pembiayaan sektoral yang kini sedang berjalan sukses dan sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Sekarang kami bekerja sama dengan petani di daerah Kaliorang untuk pembiayaan petani pisang. Alhamdulillah, sekarang sudah berjalan. Bagi petani, sudah mulai menerima manfaatnya," katanya.

Dengan sinergi kuat antara kebijakan kepala daerah dan eksekusi perbankan di lapangan, ia meyakini kemandirian ekonomi daerah berbasis sektor riil dan pertanian akan mampu menjadi fondasi utama kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: M Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.