Manokwari (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua Barat mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) provinsi tersebut sepanjang tahun anggaran 2025 mencapai Rp366,808 miliar atau 80,11 persen dari target sebesar Rp457,860 miliar. 

Kepala Bapenda Papua Barat M Bachri Yasin di Manokwari, Rabu, mengatakan realisasi tersebut terdiri atas pajak daerah Rp192,309 miliar, retribusi daerah Rp33,034 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp79,007 miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp62,456 miliar.

“Pajak daerah menjadi komponen penyumbang PAD terbesar yakni 52,43 persen dari total realisasi sepanjang tahun 2025,” ujar dia.

Ia menyebut, beberapa komponen pajak daerah bahkan melampau target, seperti pajak air permukaan yang terealisasi sebesar 168,78 persen, pajak alat berat 142,22 persen, serta opsen pajak mineral bukan logam dan bantuan (MBLB) 140,54 persen.

Sedangkan komponen pajak yang belum mencapai target di antaranya bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dengan realisasi 49,71 persen, dan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 74,63 persen dari total target.

“Saat ini kami melaksanakan program relaksasi pajak kendaraan bermotor sebagai upaya meningkatkan penerimaan sekaligus memacu kesadaran wajib pajak,” ujar dia.

Untuk retribusi daerah, menurut dia, realisasi sepanjang tahun 2025 justru melampaui target dengan capaian 128,36 persen dari target Rp25,736 miliar yang mencakup retribusi jasa umum Rp30,401 miliar, jasa usaha Rp2,574 miliar, dan perizinan tertentu Rp59,660 juta.

Realisasi penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan hanya mencapai 49,88 persen dari target tahunan sebanyak Rp158,403 miliar, sedangkan komponen lain-lain PAD yang sah justru melampaui target Rp43,831 miliar.

“Semua komponen retribusi daerah melampaui target lebih dari 100 persen, sama halnya dengan komponen lain-lain PAD yang sah juga tembus 142,49 persen dari target,” kata Bachri menjelaskan.

Selain PAD, ia mengatakan realisasi pendapatan transfer pemerintah pusat ke Papua Barat mencapai Rp2,886 triliun, dengan demikian maka total pendapatan sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak Rp3,388 triliun atau 93,19 persen dari target Rp3,636 triliun.

“Lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebanyak Rp135,348 miliar,” ujar dia.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.