Barantin-Chile perkuat kerja sama SPS, perluas perdagangan komoditas
Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Pertanian Chile memperkuat kerja sama sanitari dan fitosanitari (sanitary and phytosanitary/SPS) untuk memperluas perdagangan komoditas pertanian dan perikanan dengan tetap menjaga persyaratan kesehatan kedua negara.
Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo mengatakan kerja sama tersebut mencakup pertukaran informasi SPS, sertifikasi elektronik, analisis risiko, inspeksi dan sertifikasi, serta peningkatan kapasitas teknis dan laboratorium.
"Penguatan kerja sama SPS menjadi semakin strategis untuk memastikan bahwa berbagai peluang ekonomi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga tingkat perlindungan kesehatan hewan, ikan, tumbuhan, dan keamanan pangan yang tinggi," kata Shahandra dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.
Penguatan kerja sama dibahas dalam pertemuan bilateral Shahandra dengan Wakil Menteri Pertanian Chile Francesco Venezian di Jakarta, Jumat.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama Tindakan Karantina dan Sertifikasi yang telah ditandatangani Indonesia dan Chile pada 2025.
Menurut Shahandra, kerja sama SPS semakin strategis seiring terbukanya peluang perdagangan melalui Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
Data Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan Indonesia dan Chile pada Januari-Juni 2026 mencapai 277,4 juta dolar AS atau Rp4,91 triliun.
Ekspor Indonesia tercatat sebesar 219,8 juta dolar AS atau sekitar Rp3,89 triliun, sedangkan impor mencapai 57,6 juta dolar AS atau sekitar Rp1,02 triliun, sehingga Indonesia membukukan surplus 162,2 juta dolar AS atau sekitar Rp2,87 triliun.
Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 534,9 juta dolar AS atau sekitar Rp9,47 triliun, terdiri atas ekspor Indonesia sebesar 440,8 juta dolar AS atau sekitar Rp7,81 triliun dan impor 94 juta dolar AS atau sekitar Rp1,66 triliun, sehingga menghasilkan surplus perdagangan 346,8 juta dolar AS atau sekitar Rp6,14 triliun.
Hubungan perdagangan kedua negara dinilai memiliki karakter saling melengkapi dengan peluang pengembangan ekspor dan impor sejumlah komoditas pertanian dan perikanan.
Venezian menyampaikan apresiasi atas kerja sama Kementerian Pertanian Chile dengan Barantin. Menurut dia, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendukung perdagangan komoditas pertanian dan perikanan yang aman serta memenuhi persyaratan kesehatan.
Barantin mencatat Indonesia pada 2025 juga masih membukukan surplus perdagangan khusus komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan dengan Chile.
Salah satu komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Chile adalah minyak ikan salmon mentah yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan untuk mendukung industri perikanan budi daya di dalam negeri.
Selain itu, sejumlah komoditas Indonesia dinilai memiliki peluang untuk diperluas ekspornya ke Chile, antara lain minyak sawit, minyak kelapa, bubuk kakao, dan nanas kaleng.
Indonesia dan Chile juga menyambut baik selesainya negosiasi teknis Protokol Persyaratan Fitosanitari untuk ekspor buah segar Chile ke Indonesia yang berasal dari wilayah bebas lalat buah (Fruit Fly Pest Free Area/FF-PFA).
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin dan Wakil Menteri Pertanian Chile menandatangani protokol yang diharapkan memberikan kepastian teknis bagi pemasukan buah segar Chile ke Indonesia.
Protokol tersebut sekaligus memperkuat upaya pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan karantina ke wilayah Indonesia.
Ke depan, Barantin mengarahkan kerja sama kedua negara pada langkah teknis yang lebih konkret, antara lain pengembangan sertifikasi elektronik, pertukaran pengalaman mengenai biosekuriti dan surveilans hama penyakit, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kerja sama juga diarahkan untuk mempercepat penyelesaian akses pasar komoditas pertanian dan perikanan yang menjadi kepentingan Indonesia dan Chile.
Barantin berharap penguatan kerja sama tersebut tidak hanya mendukung perlindungan sumber daya hayati dan ketahanan pangan, tetapi juga memperluas perdagangan komoditas pertanian dan perikanan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Baca juga: Barantin siapkan pendampingan calon eksportir Palu lewat klinik ekspor
Baca juga: Barantin lepas ekpor komoditas tropis senilai Rp40,8 miliar ke China
Baca juga: Barantin: Pendampingan UMKM tingkatkan mutu ekspor Indonesia
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.