Magelang (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menginisiasi program lumbung pangan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui pengembangan budi daya padi dan cabai dengan total lahan sekitar 90 hektare.

Perwakilan Divisi Usaha Pertanian dan Perkebunan Baznas RI Tatik Kurniati di Magelang, Jumat, menyampaikan dari 90 hektare tersebut terdiri atas 75 hektare tanaman padi dan 15 hektare cabai.

Ia menuturkan program lumbung pangan merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan.

Program tersebut diarahkan agar petani tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga pendampingan budidaya, penguatan kelompok, manajemen keuangan hingga akses pasar.

“Tujuannya bagaimana para petani bisa lebih profesional dalam budidaya, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan,” katanya.

Di Kabupaten Magelang, program tersebut menyasar kelompok petani di wilayah Salaman dan Sawangan. Nilai dukungan program disebut mencapai sekitar Rp600 juta untuk dua kelompok petani.

Selain bantuan usaha, Baznas juga menyiapkan pendampingan teknis agar petani mampu meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Ia menuturkan hasil panen cabai juga diarahkan memiliki kepastian pasar melalui keterlibatan offtaker. Dengan demikian, petani tidak hanya didorong menghasilkan komoditas, tetapi juga memiliki akses pemasaran.

Ketua Baznas Kabupaten Magelang M. Kholid As'adi mengatakan program tersebut menjadi bentuk kepercayaan Baznas RI dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.

“Kami berharap program ini bisa berhasil dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Kami juga mohon arahan dan petunjuk agar program ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan pentingnya konsolidasi antar kelompok petani. Menurutnya, pengelolaan lahan dalam satu kawasan akan memudahkan pendampingan dan intervensi program pemerintah.

“Kalau konsolidasi geografisnya ada, insyaallah akan lebih mudah. Bantuan-bantuan pemerintah juga bisa diarahkan berdasarkan konsolidasi geografis,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya membangun kekompakan sumber daya manusia di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis.

Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan bantuan modal, tetapi juga kemampuan petani bekerja dalam kelompok, meningkatkan keterampilan, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

“Petani dengan keahliannya harus bisa menjadi teladan bagi yang lain,” katanya.

Baca juga: Bupati Magelang mengajak semua elemen atasi kekeringan

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.