Belarus tegaskan BRICS, SCO bukan pesaing PBB
PBB/New York (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Belarusia Maxim Ryzhenkov mengatakan Minsk memandang format kerja sama internasional yang berkembang seperti BRICS dan SCO bukan sebagai pesaing Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melainkan katalisator reformasi organisasi tersebut.
"Apakah organisasi kita mengikuti perkembangan zaman? Tidak. Kemungkinan besar, organisasi ini tidak sesuai dengan realitas saat ini, gagal mengikuti perubahan, dan tidak menjalani reformasi yang signifikan," kata Ryzhenkov dalam pidato saat Debat Umum Majelis Umum PBB di New York pada Sabtu (26/9).
Dia mengatakan kritik terhadap PBB terus meningkat dari tahun ke tahun dan menilai hal tersebut beralasan.
"Fakta bahwa berbagai inisiatif internasional global baru bermunculan di luar sistem, seperti Dewan Perdamaian yang diusulkan Trump atau proyek China untuk membentuk Organisasi Internasional untuk Kerja Sama di bidang Kecerdasan Buatan, menunjukkan bahwa PBB gagal mengenali berbagai tren baru," ujar Ryzhenkov.
Dia menyoroti semakin berkembangnya berbagai format kerja sama baru, seperti BRICS, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), serta blok regional, ekonomi, dan politik lainnya.
"Namun, di Belarusia, kami memandang mereka bukan sebagai pesaing PBB, melainkan sebagai katalisator bagi reformasi yang tidak terhindarkan," kata Ryzhenkov.
Menurut dia, Belarusia memiliki "resep" untuk mengembalikan PBB pada tujuan awal pembentukannya.
"Caranya sangat sederhana: setiap negara harus berhenti menggunakan organisasi ini untuk kepentingan egois mereka sendiri dan mulai memikirkan nasib planet kita bersama secara keseluruhan," jelas Ryzhenkov.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: RI umumkan pencalonan anggota tidak tetap DK di Majelis Umum PBB
Penerjemah: Katriana
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.