Belitung usulkan program irigasi perpompaan di 10 titik ke Kementan RI - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengusulkan program irigasi perpompaan di 10 titik lokasi persawahan di Belitung kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI guna memitigasi kekeringan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Kami mengusulkan bantuan program irigasi perpompaan kepada Kementerian Pertanian RI di Jakarta," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Belitung, Hamzah di Tanjungpandan, Jumat.
Ia menyebutkan 10 titik usulan program irigasi perpompaan berada di wilayah Kecamatan Tanjungpandan sebanyak dua titik untuk luas lahan sawah 29 hektare, Kecamatan Badau ada tiga titik usulan dengan luas sawah yang berpotensi mengalami kekeringan 37 hektare.
Selanjutnya adalah di Kecamatan Membalong sebanyak lima titik untuk irigasi sawah seluas 92 hektare.
"Karena salah satu upaya agar sawah tidak mengalami kekeringan pada saat musim kemarau adalah manajemen air yang baik melalui irigasi perpompaan," ujarnya.
Ia mengatakan irigasi perpompaan mampu meningkatkan ketersediaan air, mengoptimalkan produktivitas lahan, dan mendukung ketahanan pangan.
"Karena di tengah kondisi cuaca kemarau saat ini memang dibutuhkan pengelolaan atau manajemen air yang baik untuk persawahan agar tidak mengalami gagal panen," katanya.
Ia juga meyakini program irigasi perpompaan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi di daerah itu.
"Ada beberapa lahan yang potensial yang kami tanami padi sehingga tidak terbengkalai dengan adanya irigasi perpompaan nanti," ujarnya.
Ia mengimbau para petani untuk menjaga saluran irigasi persawahan di tengah kondisi kemarau yang melanda Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, harap dia, para petani juga dapat menghemat suplai air secara sangat ketat guna menjaga produktivitas tanaman padi di tengah musim kemarau.
"Karena ada tanaman padi yang dari benih akan menjadi bulir padi sehingga membutuhkan manajemen suplai air yang ketat untuk mengurangi risiko dampak gagal panen di musim kemarau," katanya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.