BMKG : 111 gempa susulan terjadi pascagempa magnitudo 7,7
BMKG : 111 gempa susulan terjadi pascagempa magnitudo 7,7
Sabtu, 15 Agustus 2026 12:00 WIB
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Sabtu (15/8/2026. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika melaporkan hingga pukul 10.00 WITA jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 111 kali.
“Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama di Kupang, Sabtu pagi.
Hal ini disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Kupang bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang bertempat di Mapolda NTT.
Walaupun magnitudo gempa sudah mulai mengecil, dia mengimbau masyarakat di Flores untuk selalu waspada, karena gempa susulan masih terus terjadi. Sementara itu terkait peringatan dini tsunami, ujarnya, saat ini telah dicabut.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG ) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT pascagempa dengan magnitudo 7,7 menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu pukul 05.58 WITA waktu setempat.
Pusat gempa terjadi pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur. Lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer
Hingga pukul 07.03 WITA BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami 2. Peringatan tersebut mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.
Di NTT, wilayah yang berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara dan Sikka bagian utara.
Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk status Siaga yakni Selayar, Jeneponto dan Bantaeng.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG : 111 gempa susulan terjadi pascagempa magnitudo 7,7
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026