Jakarta (ANTARA) - Memilih instrumen investasi pertama sering membuat calon investor pemula bingung. Reksa dana dan emas sama-sama populer, tetapi keduanya memiliki karakteristik, risiko, dan tujuan investasi yang berbeda.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan investor untuk memahami profil risiko dan karakteristik produk sebelum menempatkan dana. Reksa dana sendiri memiliki beberapa jenis dengan tingkat risiko berbeda, mulai dari pasar uang hingga saham.

Reksa dana untuk investor pemula

Reksa dana merupakan wadah yang menghimpun dana masyarakat untuk selanjutnya dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek atau instrumen lainnya sesuai jenis reksa dana.

Bagi pemula, reksa dana pasar uang sering menjadi pilihan karena memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan jenis reksa dana lainnya. OJK juga menyebut reksa dana pasar uang sebagai salah satu instrumen pasar modal dengan risiko rendah.

Baca juga: Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya

Kelebihan reksa dana

Beberapa kelebihan reksa dana bagi investor pemula antara lain:

1. Bisa dimulai dengan dana relatif terjangkau

Investor tidak harus memiliki modal besar untuk mulai berinvestasi.

2. Dikelola oleh manajer investasi

Investor tidak perlu memilih dan mengelola seluruh aset dalam portofolio secara langsung.

3. Pilihan produk beragam

Ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham dengan karakteristik risiko berbeda.

4. Diversifikasi lebih mudah

Dana investor dapat ditempatkan pada sejumlah instrumen sesuai kebijakan produk.

5. Praktis

Reksa dana dapat dibeli dan dipantau melalui platform yang menyediakan layanan investasi resmi.

Kekurangan reksa dana

Meski relatif mudah, reksa dana tetap memiliki risiko. Beberapa kekurangannya yaitu:

1. Nilai investasi dapat turun

Reksa dana bukan produk dengan keuntungan yang dijamin.

2. Risiko berbeda pada setiap jenis

Reksa dana saham, misalnya, memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang.

3. Ada biaya tertentu

Investor perlu memahami biaya yang tercantum dalam prospektus produk.

4. Hasil investasi tidak pasti

Kinerja masa lalu tidak menjadi jaminan hasil pada masa mendatang.

5. Perlu memahami produk

Investor tetap harus membaca prospektus dan mengetahui ke mana dana ditempatkan.

OJK juga menekankan pentingnya investor membaca prospektus dan memahami profil risiko sebelum berinvestasi.

Emas untuk investor pemula

Emas memiliki karakteristik yang berbeda dari reksa dana. Emas umumnya dipandang sebagai aset untuk menyimpan nilai dalam jangka panjang dan dapat dibeli dalam bentuk fisik maupun melalui layanan emas digital yang disediakan penyelenggara resmi.

Pada 2026, OJK juga telah menerbitkan regulasi mengenai reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa dengan aset dasar berupa emas. Hal ini menunjukkan semakin beragamnya pilihan investasi yang berkaitan dengan emas di pasar keuangan.

Baca juga: Kirana Larasati bagikan kiat investasi emas

Kelebihan emas

Beberapa kelebihan emas bagi investor pemula antara lain:

1. Mudah dipahami

Emas merupakan aset yang telah lama dikenal masyarakat.

2. Bisa menjadi diversifikasi

Emas dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari portofolio investasi.

3. Tidak bergantung pada kinerja satu perusahaan

Berbeda dengan investasi pada saham perusahaan tertentu.

4. Dapat dimiliki secara fisik

Investor dapat membeli emas batangan sebagai aset.

5. Cocok untuk tujuan jangka panjang

Emas lebih sering digunakan sebagai instrumen penyimpan nilai daripada untuk mengejar keuntungan cepat.

Baca juga: Wamenkeu yakinkan investor soal kejelasan "underlying" ETF Emas

Kekurangan emas

Namun, emas juga memiliki sejumlah kekurangan, antara lain:

1. Harga dapat berfluktuasi

Harga emas tidak selalu naik dan tetap memiliki risiko penurunan.

2. Tidak menghasilkan pendapatan rutin

Emas tidak memberikan bunga atau dividen seperti beberapa instrumen investasi lainnya.

3. Ada selisih harga beli dan jual

Investor perlu memperhitungkan spread ketika membeli dan menjual emas.

4. Keuntungan bergantung pada kenaikan harga

Investor baru memperoleh keuntungan apabila harga jual lebih tinggi dibandingkan biaya pembelian dan biaya lainnya.

Jadi, reksa dana atau emas?

Tidak ada satu instrumen yang otomatis lebih baik untuk seluruh investor pemula. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, kemampuan menerima risiko, serta kondisi keuangan masing-masing.

Jika ingin investasi yang praktis dan dikelola oleh profesional, reksa dana dapat menjadi pilihan. Namun, jenis reksa dana tetap harus disesuaikan dengan profil risiko.

Sementara itu, emas dapat dipertimbangkan oleh investor yang menginginkan aset untuk diversifikasi dan penyimpanan nilai dalam jangka panjang.

Investor pemula juga tidak harus memilih salah satu secara mutlak. Dengan memahami risiko dan tujuan keuangan, keduanya dapat menjadi bagian dari portofolio yang terdiversifikasi.

Yang paling penting, jangan memilih investasi hanya karena sedang populer atau karena melihat keuntungan orang lain. Pahami produk, cek legalitas penyelenggara, baca informasi produk, dan sesuaikan investasi dengan kemampuan finansial.

Baca juga: Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya

Baca juga: BCA Syariah sebut emas masih jadi pilihan investasi jangka panjang

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.