BNN RI menyalurkan bantuan logistik ke empat titik terdampak gempa di Flores
BNN RI menyalurkan bantuan logistik ke empat titik terdampak gempa di Flores
Senin, 24 Agustus 2026 13:22 WIB
Tim BNN Provinsi NTT menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak gempa Flores di Desa Ite Jaya, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)
Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak gempa Flores di tiga desa di Kabupaten Ngada dan satu desa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
"BNN RI hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” kata Kepala BNN Provinsi NTT Brigjen Pol Yulianus Yulianto dalam keterangan tertulis yang diterima di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan BNN RI cukup beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Adapun bantuan tersebut terdiri dari 2,5 ton beras, 350 dus mi instan, 400 kaleng sarden, serta masing-masing 200 buah terpal, tikar, selimut, dan handuk.
“Untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak, bantuan dikirim menggunakan dua truk secara bertahap,” kata Brigjen Pol Yulianus.
Truk pertama diberangkatkan pada Rabu (19/8) dan tiba di lokasi pada Kamis (20/8). Bantuan kemudian disalurkan ke dua titik di Kabupaten Ngada, yakni Desa Nirmala, Kecamatan Golewa Selatan dan Desa Ite Jaya, Kecamatan Riung.
Di Desa Nirmala, sebanyak 114 kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan rumah akibat gempa.
Rinciannya, 17 KK mengalami kerusakan rumah ringan, 73 KK kerusakan sedang dan 24 KK mengalami kerusakan berat.
Selanjutnya, di Desa Ite Jaya, bantuan disalurkan kepada 98 KK atau 228 jiwa terdampak gempa. Di antara warga terdampak tersebut terdapat 27 bayi atau anak-anak dan tiga balita.
Sementara itu, kerusakan rumah di Desa Ite Jaya tercatat sebanyak 12 rumah rusak berat, 58 rumah rusak sedang dan 20 rumah rusak ringan.
Bantuan kemudian dilanjutkan melalui truk kedua yang diberangkatkan pada 20 Agustus 2026 dan tiba di lokasi sehari kemudian.
Pada Sabtu (22/8), Tim BNNP NTT kembali menyalurkan bantuan ke Desa Lengkosambi Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
Di lokasi tersebut, sebanyak 50 KK atau 120 jiwa terdampak gempa. Mereka terdiri dari 30 anak-anak, 80 orang tua dan 10 lansia.
Dari Kabupaten Ngada, tim kemudian bergerak menuju Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.
Sebanyak 255 KK atau 928 jiwa terdampak gempa di wilayah tersebut. Warga terdampak terdiri dari 51 anak-anak, 300 orang tua dan 134 lansia.
Brigjen Pol Yulianus menegaskan, penyaluran bantuan secara langsung tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
"Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang terdampak," jelasnya.
Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascagempa.
"Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan memberikan semangat kepada warga untuk bangkit serta kembali menata kehidupan setelah bencana," katanya.
Penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut, lanjut dia, juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak gempa bumi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNN RI salurkan bantuan logistik ke empat titik terdampak gempa Flores
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.