Banyuwangi (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, Jawa Timur, bersama pemerintah daerah setempat melibatkan 54 orang fasilitator dalam melaksanakan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Para fasilitator itu terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, Bhabinkamtibmas, BNNK Banyuwangi, serta penggiat antinarkoba yang disiapkan menjadi penggerak, sekaligus perpanjangan tangan dalam P4GN di tengah masyarakat. 

"Mereka diharapkan pula mampu memperluas edukasi, pencegahan hingga akses layanan terkait narkotika di seluruh wilayah Banyuwangi," kata Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan dalam acara Bimtek Fasilitator P4GN di Aula MAN 1 Banyuwangi, Senin.

Dia menjelaskan fasilitator ini adalah ujung tombak di masyarakat, dan mereka menjadi tentakel kami di seluruh Banyuwangi, sehingga gerak langkah P4GN bisa merata di seluruh wilayah, termasuk di desa-desa.

Menurut dia, puluhan fasilitator P4GN ini akan berperan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mendukung upaya rehabilitasi hingga melakukan intervensi awal ketika menemukan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

"Mereka akan bertugas memberikan sosialisasi, edukasi, rehabilitasi, serta intervensi langsung kepada masyarakat," kata Rachmat.

Sebelum menjalankan tugas, kata dia, para fasilitator mendapatkan pembekalan selama tiga hari, dan pelatihan digelar secara daring pada 26-27 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan luring.

Kombes Pol Rachmat berharap pembekalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas para fasilitator dalam menjalankan perannya, termasuk membangun jejaring serta menyampaikan layanan P4GN secara optimal kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi langkah BNNK Banyuwangi yang terus memperkuat pencegahan narkoba dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.

"Upaya ini membutuhkan kolaborasi banyak pihak karena pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, namun juga harus diperkuat dengan edukasi dan pendampingan sejak dini," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.