BNPB: OMC hibrida luruhkan abu vulkanik Anak Krakatau di tiga provinsi
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan teknik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hibrida guna mempercepat peluruhan material abu vulkanik dampak peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berembus hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.
Kepala BNPB, Suharyanto di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penerbangan OMC hibrida tersebut disiagakan beroperasi hingga malam hari dengan mengombinasikan dua metode teknis intervensi atmosfer secara intensif.
Baca juga: BNPB: OMC di Jateng padamkan karhutla dan halau abu vulkanik Krakatau
"OMC hybrid menggunakan dua teknik. Saat tersedia awan dilakukan stimulasi hujan, sedangkan ketika tidak terdapat awan, petugas menyebarkan water mist untuk mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan berbahaya," kata dia.
Dia menjelaskan pengerahan OMC difokuskan dari Posko Bandara Pondok Cabe serta disiapkan alternatif pergerakan armada pesawat dari Majalengka seiring dibukanya kembali operasional Bandara Kertajati untuk menjangkau sebaran abu secara optimal.
Langkah percepatan intervensi cuaca ini ditempuh mengingat erupsi Gunung Anak Krakatau yang statusnya telah ditingkatkan menjadi Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026, berdampak pada tiga kabupaten dan 15 kecamatan, serta sempat menghentikan operasional delapan bandara utama, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.
Meski berdampak pada aktivitas masyarakat, sekolah, nelayan, hingga memicu gangguan kesehatan berupa iritasi dan pernapasan, BNPB mengonfirmasi belum ada laporan korban jiwa maupun penetapan status kedaruratan resmi dari pemerintah daerah setempat.
Baca juga: BNPB gelar Operasi Modifikasi Cuaca atasi abu vulkanik Anak Krakatau
Baca juga: BNPB siapkan OMC untuk luruhkan abu erupsi Anak Krakatau
Suharyanto menegaskan ketiadaan status darurat daerah tidak menyurutkan pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan darurat atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto serta koordinasi intensif bersama BMKG dan BPBD di daerah terdampak.
Keputusan tersebut selaras dengan laporan Badan Geologi yang memastikan evaluasi morfologi terkini menunjukkan tubuh Gunung Anak Krakatau belum berpotensi mengalami longsoran skala besar yang dapat memicu ancaman tsunami seperti insiden pada tahun 2018.
"BNPB telah memindahkan pesawat OMC dari Kalimantan ke Semarang sebagai alternatif," kata dia.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.