Sleman tingkatkan produktivitas padi lewat teknologi PM AAS
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menerapkan inovasi teknologi pertanian modern melalui metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan di wilayah itu.
"Metode PM AAS ini menjadi solusi strategis untuk mendongkrak hasil panen di tengah keterbatasan luasan lahan sawah akibat tergerus pembangunan infrastruktur dan pemukiman," kata Bupati Sleman Harda Kiswaya saat melakukan penanaman padi demplot metode PM AAS di Padukuhan Kurahan 3, Kalurahan Margodadi, Sleman, Rabu.
Harda mengatakan penerapan metode PM AAS mampu meningkatkan populasi tanaman secara signifikan hingga sekitar satu juta rumpun per hektare melalui penataan jarak tanam yang presisi, tanpa mengabaikan pencahayaan dan sirkulasi udara yang dibutuhkan tanaman.
Peningkatan populasi yang diimbangi dengan asupan pupuk organik serta penanganan hama yang ketat terbukti mampu mendongkrak hasil panen gabah secara optimal.
Untuk mendukung keberlanjutan inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen mengalokasikan anggaran khusus sebagai bentuk penghargaan dan stimulus bagi petani maupun penyuluh yang berhasil merancang serta menerapkan pola tanam baru penambah produktivitas.
"Tempat percontohan di Kurahan 3 ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran bersama bagi petugas penyuluh dan kelompok tani dari wilayah lain agar inovasi PM AAS dapat direplikasi secara meluas di seluruh wilayah Sleman," kata Harda.
Baca juga: Kementan: Panen padi program PM-AAS di Sidrap tembus 11,2 ton/hektare
Baca juga: Mentan: Pertanian modern tingkatkan produksi 11-12 ton per hektare
Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani Retno Widowati memberikan apresiasi atas respons cepat Pemkab Sleman dalam mendukung target nasional perluasan tanam metode PM AAS sebanyak satu juta hektare pada 2026.
Ladiyani mengungkapkan DIY menyatakan kesiapannya melampaui alokasi target daerah guna mengimbangi potensi penurunan luas tambah tanam secara nasional.
"Pemerintah pusat optimistis penambahan delta hasil panen melalui PM AAS mampu mengamankan pasokan beras nasional," katanya.
Pada kegiatan percontohan tersebut, Kelompok Tani Dadi Rukun Kurahan 3 yang mengelola lahan seluas 13 hektare dipercaya oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman untuk mengampu area demplot PM AAS seluas dua hektare.
Tahapan kegiatan dimulai sejak awal September 2026 melalui monitoring kesesuaian lahan, pengolahan tanah, hingga penanaman benih varietas Impari 32. Kelompok tani tersebut mendapat bantuan sarana produksi pertanian secara menyeluruh, mencakup benih, pupuk organik, silika, pupuk NPK, urea, serta herbisida.
Baca juga: Gubernur sebut metode PM-AAS dongkrak panen padi di Banten
Baca juga: Pemkab Indramayu: PM-AAS dongkrak produktivitas padi jadi 10,45 ton/ha
Baca juga: Target PM AAS Lampung capai 35.100 hektare di 2026
Pewarta: Sutarmi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.