Untuk huntara ini dibangun secara bertahap. Yang sudah selesai dapat ditempati, sementara yang masih dalam proses kita percepat penyelesaiannya

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan pelaksanaan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah dan kebutuhan nyata penyintas.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan pendekatan fleksibel dan bertahap itu diterapkan agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak selama masa transisi menuju pemulihan.

"Pembangunan huntara menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan standar teknis yang berlaku," kata Suharyanto usai meninjau lokasi pembangunan huntara di Desa Sobo, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, NTT.

Dia menjelaskan, bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat, BNPB menyiapkan dua opsi skema tempat tinggal sementara sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, yakni pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) atau fasilitas bangunan huntara.

Proses pembangunan huntara dilakukan secara bertahap agar unit yang sudah selesai dikerjakan dapat langsung dihuni oleh keluarga penerima manfaat.

"Untuk huntara ini dibangun secara bertahap. Yang sudah selesai dapat ditempati, sementara yang masih dalam proses kita percepat penyelesaiannya," ujar dia.

Berdasarkan data BNPB per 28 September 2026, progres pembangunan huntara di Kabupaten Ngada terus menunjukkan peningkatan. Sebanyak enam unit huntara mandiri telah rampung dibangun, tersebar di Kecamatan Aimere empat unit, Kecamatan Riung dan Kecamatan Wolomeze, masing-masing satu unit.

Selain itu, BNPB telah menyelesaikan lima unit huntara insitu, sementara 272 unit huntara lainnya saat ini berada dalam tahap percepatan penyelesaian fisik.

BNPB memastikan seluruh penentuan lokasi dan penetapan daftar penerima manfaat huntara telah melewati tahapan pendataan serta verifikasi bersama pemerintah daerah demi mengedepankan ketepatan sasaran.

Baca juga: Baznas RI bangun hunian sementara untuk penyintas gempa bumi di NTT

Baca juga: BNPB: Hunian sementara penyintas gempa NTT dibangun bertahap

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.