Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo mengungkapkan keberhasilan industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) ditentukan oleh tiga hal. Pertama modal, lalu sistem, aspek fundamental, dan teknologi, dan ketiga sumber daya manusia.

Menurut dia, pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dapat mendukung tiga hal yang menentukan keberhasilan industri BPD tersebut sekaligus meningkatkan daya saing.

"Dalam konteks itu Kelompok Usaha Bank itu menjadi strategi yang tepat utk memperkuat fondasi sehingga tercipta struktur perbankan yg kuat terkait dengan bagaimana memperluas kemampuan bank yg menjadi anggota KUB dan meningkatkan daya saing di masa depan," kata dia dalam Regional Bank Summit 2026: Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional, Rabu (5/8/2026).

Diketahui skema KUB bertujuan untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kontribusi BPD. Namun menurut Winardi, ketiga hal tersebut perlu diiringi dengan inovasi.

"Kami melihat dalam perjalanan lebih dari 6 bulan karena dari 5 anggota KUB, itu secara aset tumbuh positif dan beberapa parameter lain seperti laba," terang dia.

Sekadar informasi, pada 2025 Bank Jatim mencatat laba sebesar Rp1,546 triliun. Capaian ini merupakan laba tertinggi di antara seluruh BPD di Indonesia.

Dari sisi aset Bank Jatim mencatat pertumbuhan 42,93%, dari Rp118,14 triliun menjadi Rp168,85 triliun, penyaluran kredit meningkat dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,50 triliun atau tumbuh 46,65%, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat dari Rp90,01 triliun menjadi Rp127,24 triliun atau tumbuh 41,36%.

Sedangkan dari sisi Laba Rugi Konsolidasi, Bank Jatim juga menunjukkan tren yang positif dan konsisten. Peningkatan pendapatan bunga dari Rp8,28 triliun menjadi Rp10,16 triliun atau tumbuh 22,64%, penguatan pendapatan bunga bersih dari Rp5,62 triliun menjadi Rp7,08 triliun atau tumbuh 25,90%, hingga pertumbuhan laba bersih dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1,61 triliun atau tumbuh 24,80%.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]