Presiden Trump Sebut AS dan Iran lakukan 'Diskusi yang Sangat Baik'
Bagikan:
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah melakukan "diskusi yang sangat baik" dengan Iran dalam perundingan seharian penuh pada Hari Selasa, menimbulkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama lima bulan tersebut.
Harga minyak turun dan bursa saham melonjak dalam perdagangan Asia pada Hari Rabu, setelah Wall Street mencetak rekor tertinggi, didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang sedang diblokade.
"Mereka melakukan perundingan seharian penuh," ujar Presiden Trump dalam acara "@ Night" di Fox News, seperti melansir Al Arabiya dan Reuters (5/8).
Selat Hormuz "akan segera dibuka kembali," lanjutnya, menambahkan "Jika mereka mundur lagi, mereka akan menerima pukulan yang sangat keras."
Presiden Trump kerap mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran jika Teheran tidak mencapai kesepakatan, sembari menyoroti kemajuan dalam pembicaraan yang sejauh ini belum berhasil mengakhiri permusuhan.
Sementara itu, Axios, yang mengutip dua sumber regional dan seorang pejabat AS, melaporkan Washington dan Tehran semakin dekat pada kesepakatan sementara untuk membuka kembali selat tersebut dengan persetujuan Oman, negara yang menguasai sebagian jalur perairan itu.
Laporan tersebut menyebutkan Washington menargetkan pengumuman kesepakatan pada Hari Rabu.
Namun, media Pemerintah Iran - mengutip sumber yang mengetahui masalah ini - menyatakan kesepakatan dengan Oman mengenai selat tersebut (yang biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia) akan tertunda "selama Amerika Serikat terus mengancam Iran."
Presiden Trump belum mencapai tujuan yang ia tetapkan di awal konflik: membongkar program nuklir Iran, membatasi kemampuan Iran menyerang rival-rival regionalnya, serta menciptakan kondisi agar rakyat Iran dapat menggulingkan para penguasa ulama mereka.
Sementara itu, Iran telah menghentikan sebagian besar lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, sementara Washington mempertahankan blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal yang terkait dengan Iran.
Sebelumnya, Qatar menyatakan para mediator telah mencapai kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik, meskipun Teheran sempat membantah adanya perundingan yang sedang berlangsung.
Presiden Trump dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, membahas upaya untuk memperkecil perbedaan antara Washington dan Teheran serta meningkatkan peluang tercapainya penyelesaian jangka panjang dalam percakapan telepon pada hari Selasa, menurut Kantor Emir Qatar.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan pembicaraan dengan Oman mengenai lalu lintas pelayaran di selat tersebut berlangsung positif dan terus berlanjut, dengan fokus pada pembentukan jalur pelayaran yang aman, menurut laporan media pemerintah.
BACA JUGA:
Ia menambahkan, rute yang sedang dinegosiasikan tersebut bertujuan untuk menjamin hak-hak berdaulat dan keamanan nasional baik bagi Iran maupun Oman.
Iran telah lama menuntut kendali atas Selat Hormuz, yang menurut mereka harus dikelola bersama dengan Oman yang berada di pesisir seberangnya.
Namun, pekan lalu Tehran menolak usulan Oman yang menawarkan pengawasan bersama serta pemungutan biaya sukarela dari kapal-kapal yang melintas.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+