BPBD Belitung catat 212,9 hektare lahan terbakar hingga Agustus 2026 - ANTARA News Bangka Belitung
Belitung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat total luas area kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu telah mencapai 212,90 hektar terhitung sejak Januari hingga 9 Agustus 2026.
"Luas area kebakaran hutan dan lahan hingga 9 Agustus 2026 mencapai 212,9 hektare," kata Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison di Tanjungpandan, Senin.
Ia menjelaskan, kejadian karhutla tersebut berasal dari 179 titik yang tersebar di sejumlah kawasan hutan dan lahan kering di wilayah itu.
Dia mengatakan, dalam dua bulan terakhir memang terjadi peningkatan kasus kebakaran lahan yang cukup signifikan, seiring kondisi cuaca panas terik dan angin kencang selama musim kemarau.
"Terutama pada bulan Juli dan awal Agustus ini. Cuaca panas terik disertai angin kencang membuat kondisi lahan kering sangat rentan dan cepat terbakar," ujarnya.
Ia menyebutkan, pada Januari terjadi sebanyak 13 kasus karhutla dengan luas terbakar 6,77 hektare, Februari tiga kasus karhutla dengan luas terbakar tiga hektare, dan Maret 60 kasus karhutla dengan luas terbakar 55,46 hektare.
Selanjutnya April hanya satu kasus karhutla dengan luas lahan terbakar 0,09 hektare, Mei nihil kasus karhutla, dan Juni lima kasus Karhutla dengan luas terbakar 5,12 hektare.
Sedangkan pada Juli tercatat sebanyak 51 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar 81,94 hektare dan per 9 Agustus ada 46 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar 60,42 hektare.
"Memasuki bulan Agustus, hanya dalam kurun waktu sembilan hari pertama saja, kami sudah menangani 46 lokasi kebakaran lahan dengan luas area terdampak mencapai 60,42 hektar," katanya.
Meltihat tingginya frekuensi kebakaran, Zainal menegaskan, pihaknya telah menyiagakan penuh seluruh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan armada pemadam kebakaran guna menanggulangi kejadian karhutla.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membakar sampah tanpa pengawasan.
"Kami minta kerja sama dari seluruh masyarakat untuk saling menjaga dan tidak memicu timbulnya titik api. Mencegah karhutla merupakan tanggungjawab bersama, maka dari mari kita jaga bersama-sama lingkungan kita dari ancaman bahaya karhutla," ujarnya.
Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.