Pemkab Gunungkidul meresmikan Poskesdes untuk permudah layanan kesehatan

Senin, 10 Agustus 2026 21:45 WIB

Image Print

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih (tengah) saat meninjau sekaligus meresmikan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Sendowo Kidul, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meresmikan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Sendowo Kidul, Kelurahan Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, sebagai upaya mendekatkan akses layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, di Gunungkidul, Senin, mengatakan peresmian Poskesdes Sendowo Kidul sekaligus menjadi momentum untuk mengampanyekan peningkatan perilaku hidup sehat kepada masyarakat.

"Poskesdes dibangun untuk mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sendowo Kidul dan sekitarnya," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Endah juga meluncurkan program Taman Gizi yang bertujuan menyediakan bahan pangan sehat dan bergizi bagi masyarakat sekitar.

Program tersebut dilakukan dengan berkolaborasi bersama Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pertanian dan Pangan sebagai salah satu upaya menekan angka stunting.

"Kami berikan stimulan berupa bibit ikan lele dalam galon serta bibit sayuran kepada kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memerangi stunting dari level rumah tangga," ujarnya.

Menurut dia, peningkatan pelayanan kesehatan dan sejumlah program pendukung perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting.

"Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga soal kecerdasan," katanya.

Ia menyebut prevalensi stunting di Kapanewon (Kecamatan) Nglipar masih cukup tinggi, yakni mencapai 20 persen atau berada di atas rata-rata kabupaten.

"Penanganan stunting harus dimulai sejak kehamilan dengan pemenuhan protein, vitamin, dan mineral yang cukup," katanya.

Selain stunting, layanan kesehatan dan program pendukung juga dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kasus hipertensi yang cukup tinggi di Gunungkidul, dengan prevalensi mencapai 39,25 persen.

"Anak muda, terutama para lansia, harus hidup dengan aktif dan bahagia agar terhindar dari kelelahan pikiran yang berpotensi menyebabkan hipertensi," ujarnya.

Penanganan kesehatan lainnya, lanjut Endah, dilakukan dengan menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang saat ini dinilai baru dijalankan oleh sekitar 33 persen masyarakat Gunungkidul.

"Menjaga sanitasi, kebersihan kamar mandi, dan pengelolaan sampah rumah tangga guna menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026