BPBD mulai rehabilitasi rumah rusak dampak banjir bandang Parigi Moutong

Rabu, 2 September 2026 19:52 WIB

Image Print

Sejumlah warga Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara masih bertahan di posko pengungsian karena rumah mereka masih rusak dampak banjir bandang, Senin (31/8/2026). ANTARA/Moh Ridwan

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan rehabilitasi rumah rusak ringan akibat banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

"Berdasarkan data pusat pengendalian operasi (Pusdalops) tercatat 10 rumah warga mengalami rusak ringan dan pemerintah mulai melakukan rehabilitasi sebagai langkah pemulihan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Rabu.

Ia menjelaskan rumah warga mengalami rusak ringan telah selesai dilakukan pembersihan material lumpur dan potongan kayu terseret banjir.

Selanjutnya BPBD bersama tim gabungan melakukan perbaikan infrastruktur bangunan rumah, karena prioritas tanggal darurat setelah pembersihan material, fokuskan pada rehabilitasi.

"Rata-rata kerusakan dampak banjir berada di bagian dapur. Kami mengupayakan proses pemulihan struktur rumah warga cepat teratasi," ujarnya.

Ia mengemukakan pelaksanaan rehabilitasi infrastruktur rumah warga sepenuhnya menggunakan biaya yang dialokasikan dalam kegiatan tanggap darurat, melalui dana Belanja Tak Terduga (BTT) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Parigi Moutong tahun 2026.

Selain itu pemerintah setempat juga telah menyediakan sarana air bersih melalui pipanisasi sambungan rumah tangga (SR), yang mana sebelumnya fasilitas itu sempat rusak dihantam banjir bandang.

"Perbaikan jaringan air bersih sudah selesai. Warga terdampak sudah bisa menikmati kembali air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan Pemkab Pari Moutong juga memfasilitasi kebutuhan lain rumahtangga, terutama perangkat dapur supaya ketika mereka kembali ke rumah peralatan memasak sudah siap.

"Dari peristiwa bencana hidrometeorologi banyak peralatan dapur mereka hilang tersapu banjir, sehingga pemerintah menyiapkan peralatan tersebut," katanya.

Ia menambahkan sembari menunggu kegiatan rehabilitasi selesai, warga yang mengalami kerusakan rumah saat ini ditampung di posko pengungsian dan konsumsi para pengungsi tetap dilayani dengan makanan siap saji melalui dapur umum Dinas Sosial (Dinsos), termasuk warga terdampak lainnya.

Menurut data dapur umum Tagana/Dinsos setempat kebutuhan logistik siap saji untuk warga terdampak 56 bungkus, ditambah kebutuhan konsumsi relawan.

Dalam penanganan kedaruratan 424 relawan terlibat penanggulangan bencana banjir bandang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.

"Percepatan pemulihan setelah banjir terus dipacu supaya warga merasa nyaman dan kembali beraktivitas seperti sebelumnya," tutur Rivai.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026