BPS: Nilai tukar petani Sulawesi Tengah naik 4,04 persen

Sabtu, 3 Oktober 2026 14:56 WIB

Image Print

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Daryanto. ANTARA/HO-BPS Sulteng

Palu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada September 2026 mencapai 108,40 atau meningkat 4,04 persen dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 104,18.

“Peningkatan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) meningkat 5,23 persen, lebih besar dibandingkan peningkatan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 1,14 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Sulteng Daryanto dalam keterangannya di Palu, Sabtu.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan yang diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani.

Ia mengatakan semakin tinggi NTP secara relatif menunjukkan semakin kuat tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Pada September 2026, indeks harga yang diterima petani (It) tercatat 140,86 atau meningkat 5,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 133,85.

Dia mengatakan peningkatan It dipengaruhi kenaikan pada subsektor hortikultura sebesar 21,85 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 6,75 persen dan tanaman pangan sebesar 0,47 persen.

Kemudian It mengalami penurunan pada subsektor perikanan sebesar 1,40 persen dan peternakan sebesar 0,13 persen.

Sementara itu, kata dia lagi, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada September 2026 meningkat 1,14 persen. Indeks tersebut mencakup pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga serta kebutuhan barang dan jasa dalam proses produksi pertanian.

Berdasarkan subsektor, NTP hortikultura mengalami peningkatan tertinggi sebesar 20,72 persen, dari 130,30 pada Agustus menjadi 157,30 pada September 2026.

Kemudian NTP tanaman perkebunan rakyat meningkat 5,63 persen dari 107,66 menjadi 113,72, sedangkan NTP tanaman pangan turun 0,77 persen dari 90,87 menjadi 90,16.

NTP peternakan juga mengalami penurunan 1,20 persen dari 108,56 menjadi 107,25, sementara NTP perikanan turun 2,94 persen.

Daryanto menambahkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sulteng pada September 2026 mencapai 112,76 atau meningkat 4,74 persen dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 107,66.

Ia mengatakan peningkatan NTUP terutama dipengaruhi kenaikan pada subsektor hortikultura sebesar 21,89 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 6,10 persen dan tanaman pangan sebesar 0,24 persen.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026