Kota Bandung (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bandung mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai sekitar 11.723 ton hingga awal Oktober 2026.

Pimpinan Bulog Cabang Bandung Yanto Nurdianto mengatakan realisasi tersebut merupakan akumulasi penyaluran sepanjang tahun dan terus digenjot untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Bandung Raya.

“Sampai dengan saat ini kami sudah mencapai 11.723 ton. Itu untuk penyaluran SPHP yang sudah keseluruhan tahun ini sampai Oktober,” ujar Yanto kepada ANTARA di Bandung, Selasa.

Menurut dia, stok beras SPHP akan disalurkan melalui berbagai saluran distribusi yang dapat diakses masyarakat, seperti ritel modern, pengecer, pasar, maupun Rumah Pangan Kita (RPK).

Ia menambahkan Bulog Bandung juga bekerja sama dengan Perumda Pasar di Bandung Raya untuk memastikan ketersediaan beras bersubsidi tersebut dapat menjangkau masyarakat.

“SPHP itu selalu tersedia. Masyarakat bisa beli di mana saja. Harganya juga cukup murah yaitu Rp12.500 per kilogram kemudian stoknya juga banyak,” ujar dia.

Lebih lanjut, Yanto mengatakan Bulog secara berkala mengemas ulang stok beras dari kemasan 50 kilogram menjadi kemasan lima kilogram untuk menyesuaikan kebutuhan penjualan di masyarakat. 

“Stok SPHP itu kami siapkan sesuai dengan kebutuhan penjualan. Jadi terus-terusan kami me-repack dari 50 kilogram menjadi stok lima kilogram,” katanya.

Bulog juga melakukan pengawasan terhadap penyaluran beras SPHP di tingkat pedagang pasar. Pedagang yang menjual beras SPHP di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) akan dikenai sanksi hingga pencabutan sebagai penyalur.

“Untuk masyarakat saat ini juga kami tidak menyarankan adanya panic buying. Tidak perlu ada kekhawatiran karena memang stok SPHP sangat aman,” katanya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.