Merangin, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, Jambi mengalokasikan anggaran Rp1,8 miliar untuk program pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan persoalan stunting di wilayah tersebut.

"Ini bukan sekadar masalah pemerintah daerah, tetapi masalah kita bersama, kita harus menghilangkan ego sektoral dan memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi ibu hamil, bayi, dan balita," kata Bupati Merangin Muhammad Syukur di Merangin, Selasa.

Ia menegaskan alokasi dana tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

Ia juga mengatakan pentingnya membangun kerja kolaborasi dari seluruh elemen, sekaligus menyoroti perlunya evaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) serta kecamatan agar penanganan stunting berjalan optimal.

Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh menambahkan Kabupaten Merangin memiliki cakupan wilayah yang luas, terdiri atas 205 desa dan 10 kelurahan, atau terbanyak di antara kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Berdasarkan data 2026, persentase anak balita yang mengalami gangguan pertumbuhan (prevalensi stunting) di wilayah itu, tercatat 2,83 persen dengan jumlah balita terdampak mencapai 759 anak.

Untuk memastikan efektivitas program, Pemkab Merangin menginstruksikan penguatan koordinasi lintas sektor. Para camat diminta rutin berkoordinasi dengan kepala puskesmas, polsek, dan koramil di wilayah masing-masing.

Selain itu, para kepala desa dan lurah diingatkan untuk mengoptimalkan penggunaan dana desa dalam penanganan stunting, memperkuat rumah desa sehat (RDS), serta melakukan pendampingan keluarga berisiko melalui posyandu.

"Dinas Kesehatan telah menyediakan makanan tambahan untuk anak-anak yang tergolong stunting. Pak Bupati sudah mengalokasikan dana yang cukup besar, kurang lebih Rp1,8 miliar. Ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin," katanya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.