Bulog salurkan bantuan beras kepada 14.618 keluarga di Pulau Simeulue - ANTARA News Aceh
Simeulue (ANTARA) - Perum Bulog menyalurkan beras bantuan pangan untuk 14.618 keluarga penerima bantuan pangan di Kabupaten Simeulue periode Juli hingga September 2026.
Pemimpin Bulog Wilayah Kabupaten Simeulue M Hafizuddin di Simeulue, Rabu, mengatakan hingga saat ini proses penyaluran sudah mencapai 54,62 persen dari jumlah penerima manfaat.
"Saat ini, beras bantuan pangan tersebut terus disalurkan ke penerima manfaat. Ada sebanyak 14.618 keluar penerima bantuan pangan di Kabupaten Simeulue," kata M Hafizuddin.
M Hafizuddin mengatakan beras bantuan pangan tersebut disalurkan kepada masing-masing keluarga penerima seberat 30 kilogram atau tiga karung isi 10 kilogram untuk setiap penerima.
"Ada pun total berat beras bantuan pangan tersebut mencapai 438.540 kilogram. Penerima bantuan pangan tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Simeulue," kata M Hafizuddin.
Baca: Pemkab Simeulue pastikan beras bantuan penuhi standar mutu
Menurut dia, penyaluran beras bantuan pangan terus dilakukan hingga semua penerima manfaat yang terdaftar menerimanya. Bantuan pangan ini merupakan program nasional membantu meringankan masyarakat dalam mendapatkan pangan murah.
"Petugas di lapangan terus bekerja menyalurkan beras bantuan pangan tersebut. Kami berharap penyaluran ini berjalan tanpa kendala," kata M Hafizuddin.
Sementara itu, Kepala Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Rajuin, menyatakan penyaluran beras bantuan pangan dari Bulog kepada masyarakat terdaftar sebagai penerima manfaat di desa tersebut sudah dilakukan.
"Penerima bantuan pangan dari Desa Lataling sebanyak 91 orang. Masyarakat berharap penerima beras bantuan pangan di desa kami bisa lebih banyak lagi di masa mendatang," kata Rajuin.
Baca: Bulog: Persediaan beras di pulau terluar Aceh cukup
Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.