Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Algafry Rahman menyebut, kegiatan job fair sebagai salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran terbuka dengan mempertemukan langsung pencari kerja dan perusahaan.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Rabu, mengatakan job fair yang diadakan perdana tersebut, akan menjadi agenda rutin tahunan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah itu.

"Namun yang pasti ini job fair perdana dan menjadi langkah strategis dalam menekan angka pengangguran," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Pencari kerja, kata dia, dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai perusahaan yang membuka lowongan serta persyaratan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

Para pencari kerja, kata dia, juga dapat langsung mendaftarkan diri pada perusahaan yang membuka kesempatan kerja sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi masing-masing.

"Ini memberikan kemudahan bagi pencari kerja karena mereka bisa mendapatkan informasi secara langsung dan mendaftar saat itu juga," ujarnya.

Algafry mengatakan job fair perdana yang digelar selama dua hari, Rabu (9/9) hingga Kamis (10/9), melibatkan 15 perusahaan yang membuka sebanyak 151 lowongan pekerjaan.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mengevaluasi pelaksanaan job fair untuk memastikan kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak perusahaan.

"Kami ingin kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun agar semakin banyak tenaga kerja yang terserap sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi perusahaan," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.