Medan (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendukung penguatan kerja sama 10 gubernur se-Sumatera untuk mendorong pembangunan terintegrasi dan konektivitas kawasan melalui pertemuan IMT-GT ke-32 di Medan.

"Tadi kita mendengar masukan dari rekan-rekan gubernur, ide-ide, di antaranya bekerja sama antarprovinsi, kabupaten, kota, karena masing-masing memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa saling mengisi," kata Tito usai rapat koordinasi gubernur se-Sumatera dalam pertemuan tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Medan, Rabu.

Usai rapat koordinasi, para gubernur menandatangani kesepahaman terkait rencana pembangunan, sinergi, dan kerja sama antardaerah.

Mendagri mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri mendukung gagasan tersebut, termasuk rencana pembangunan kawasan Sumatera secara terintegrasi.

"Ada ide membuat semacam konsep pembangunan terintegrasi kawasan khusus, kawasan atau region Sumatera. Enggak masalah, nanti dalam konsep besar tentang konektivitas," ujarnya.

"Ini menurut pemikiran dari pemerintah pusat, tentu pemerintah pusat mendukung konsep-konsep yang positif, yang bersifat saling mendukung satu sama lain dalam kerangka NKRI," katanya.

Tito mengatakan Sumatera memiliki luas sekitar 473.481 kilometer persegi dengan potensi besar dari sisi sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Ia menyebut sekitar 22 persen populasi Indonesia berada di Sumatera. Selain itu, posisi geografis Sumatera yang berada di jalur Samudra Hindia dan Selat Malaka memberikan nilai strategis bagi kawasan tersebut.

Gugusan kepulauan di sisi barat Sumatera juga dinilai berpotensi mendukung pengembangan pelabuhan sebagai hub yang terhubung dengan berbagai negara di Asia, Eropa, dan Afrika.

"Kalau bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan, Sumatera ini di samping bermanfaat bagi Sumatera sendiri, juga akan mendorong pertumbuhan daerah dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," kata Tito.

Pewarta: Muhammad Said
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.