Bupati Banyumas: Mahasiswa harus berani memulai wirausaha

Selasa, 29 September 2026 15:14 WIB

Image Print

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Banyumas Amrin Ma'ruf membacakan sambutan tertulis Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam pembukaan KMI Expo XVII 2026 dan KBMK 2026 yang diselenggarakan Kemendiktisaintek di Auditorium Graha Widyatama Prof Rubijanto Misman, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendorong mahasiswa untuk berani memulai usaha dan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui inovasi dan pemanfaatan potensi lokal.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Banyumas Amrin Ma'ruf di Auditorium Graha Widyatama Prof Rubijanto Misman Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, bupati mengatakan penciptaan lapangan kerja melalui kegiatan wirausaha dapat dimulai dari yang sederhana

"Mahasiswa jangan hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja, juga didorong menjadi pencipta lapangan kerja. Mulailah dari yang sederhana, manfaatkan teknologi, pahami kebutuhan pasar, dan yang paling penting jangan takut untuk memulai," katanya pada pembukaan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 serta Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis Manajemen dan Keuangan (KBMK) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Menurut dia, KMI Expo bukan sekadar pameran produk, melainkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berinovasi, membangun jejaring, serta mempertemukan gagasan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Ia mengatakan potensi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan kewirausahaan sangat besar sehingga mahasiswa perlu terus didorong untuk menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai tambah.

Ia menilai tema KMI Expo XVII 2026, "Wirausaha Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global", relevan dengan upaya mendorong mahasiswa mengembangkan usaha yang berangkat dari potensi daerah masing-masing.

Ia mengatakan Banyumas memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, mulai dari produk pangan dan pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga seni dan budaya.

"Mendoan, gula kelapa, batik Banyumas, serta berbagai produk kreatif lainnya menunjukkan bahwa sesuatu yang berangkat dari kearifan lokal dapat memiliki nilai ekonomi yang kuat," katanya.

Kendati demikian, ia mengingatkan inovasi saja tidak cukup dalam membangun usaha. Integritas, kejujuran, kerja keras, dan konsistensi juga menjadi modal penting bagi wirausahawan muda.

Oleh karena itu, ia mengharapkan mahasiswa dapat menjadi wirausahawan muda yang tidak hanya kreatif dan produktif, juga memiliki karakter kuat serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas akan terus bersinergi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan generasi muda dalam membangun ekosistem kewirausahaan.

Selain itu, kata dia, jejaring yang terbentuk melalui KMI Expo dan KBMK diharapkan dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi daerah maupun Indonesia.

"Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan mengembangkan usaha," katanya.

Bupati mengharapkan kegiatan tersebut dapat melahirkan wirausahawan muda yang inovatif, tangguh, dan berintegritas serta mampu membawa potensi lokal Indonesia semakin dikenal di tingkat nasional maupun global.

KMI Expo XVII 2026 yang digelar pada 29 September hingga 1 Oktober diikuti 395 kelompok usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan KBMK 2026 diikuti 25 tim dari 19 perguruan tinggi se-Indonesia, dan seluruh peserta dua kegiatan tersebut telah menjalani serangkaian seleksi yang dilakukan oleh Kemendiktisaintek.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.