Bupati Kotim ajak masyarakat shalat Istisqa memohon diturunkan hujan atasi karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 17:42 WIB

Image Print

Dokumentasi - Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati serta Ketua TP PPK Kotawaringin Timur Halikinnor dalam sebuah acara, beberapa waktu lalu. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, bersama-sama melaksanakan shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

“Saya mengundang seluruh masyarakat, mari kita sama-sama untuk shalat meminta hujan, shalat Istisqa yang nanti dilaksanakan Kamis di halaman Pemda Kotim,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa.

Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan surat undangan dari Panitia Pelaksana Shalat Istisqa Kotim yang diterbitkan pada 24 Agustus 2026. Adapun, jadwal pelaksanaan kegiatan, ialah Kamis (27/8) di halaman Pemda Kotim, pukul 06:00 WIB.

Halikinnor berharap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim bersama masyarakat dapat mengikuti pelaksanaan shalat tersebut sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau yang semakin panjang.

“Mohon yang muslim terutama, kalau non muslim berdoa masing-masing di gereja supaya karhutla ini hilang. Yang muslim nanti usahakan turun, baik itu ASN dan masyarakat untuk kita sama-sama shalat Istisqa,” ujarnya.

Pelaksanaan shalat Istisqa tersebut sekaligus menindaklanjuti surat imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kotim terkait ajakan kepada umat Islam untuk melaksanakan shalat meminta hujan di tengah kondisi kemarau dan karhutla yang terjadi di wilayah tersebut.

Sebelumnya, MUI Kotim telah menerbitkan surat Nomor 12/H-MUI-Kab.Kotim/VIII/2026 pada 17 Agustus 2026 yang berisi imbauan kepada masyarakat untuk memperkuat ikhtiar keagamaan melalui pelaksanaan shalat Istisqa.

Ketua Umum MUI Kotim Amrullah Hadi mengatakan imbauan tersebut dikeluarkan sebagai respons atas musim kemarau panjang dan kebakaran lahan yang menyebabkan asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah Kotim.

“Dalam menyikapi musim kemarau panjang dan adanya kebakaran lahan sehingga asap tebal menyelimuti wilayah Kotim, MUI Kotim mengimbau kepada bapak ibu kaum muslimin dan muslimat di wilayah Kotim untuk melaksanakan shalat Istisqa,” tutur Amrullah.

Baca juga: Sambangi warga desa di Kotim, Legislator Kalteng janji perjuangkan aspirasi

Ia menjelaskan pelaksanaan shalat Istisqa dapat dikoordinasikan oleh berbagai unsur di tengah masyarakat sehingga tidak hanya terpusat pada kegiatan pemerintah daerah.

Koordinasi tersebut dapat dilakukan organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan maupun pengurus masjid di masing-masing wilayah sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Pelaksanaan shalat yang dikoordinir organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan atau pengurus masjid,” ujarnya.

MUI Kotim juga telah menyertakan tata cara pelaksanaan shalat Istisqa dalam surat imbauan tersebut. Panduan itu diharapkan membantu masyarakat melaksanakan ibadah secara terkoordinasi dan sesuai dengan ketentuan.

Ia mengatakan penanganan karhutla tetap dilakukan melalui langkah teknis di lapangan, namun upaya tersebut perlu diiringi keterlibatan masyarakat dan doa bersama agar kondisi cuaca segera berubah.

Menurutnya, hujan sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi kekeringan sekaligus menekan potensi muncul dan meluasnya karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, Amrullah berharap shalat Istisqa menjadi bagian dari doa dan ikhtiar bersama agar hujan segera turun, serta karhutla dan kabut asap yang masih terjadi di Kotim dapat segera teratasi.

“Ikhtiar menghadapi kemarau tidak hanya dilakukan melalui penanganan kebakaran di lapangan, tetapi juga melalui pencegahan, keterlibatan masyarakat dan doa bersama agar kondisi cuaca segera berubah dan ancaman karhutla dapat ditekan,” demikian Amrullah.

Baca juga: Anggota Banggar DPRD Kotim minta percepat pencairan BTT penanganan karhutla

Baca juga: Kotim perpanjang tanggap darurat karhutla dan kekeringan hingga 15 September

Baca juga: Kepala Pelaksana BPBD Kotim dilarikan ke RS usai padamkan karhutla

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.