Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 25 Agustus 2026, 17:43 WIB

DSI Kelola Ekspor 3 Komoditas Strategis Senilai USD70 Miliar

CEO BPI Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investask, Rosan Perkasa Roeslani - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan nilai ekspor 3 komoditas yang dilakukan oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mencapai USD70 miliar.

Seperti yang diketahui, komoditas strategis tersebut antara lain, batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.

“Memang di awal ini baru tiga komoditas strategis nasional yang menjadi fokus kita, yaitu batu bara, minyak sawit atau CPO, dan juga ferroalloy,” kata Rosan dalam peluncuran babak baru tata kelola ekspor SDA di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026) petang.

Baca Juga: Beda dengan Bursa Mineral, Ini Peran DSI

Rosan merinci, nilai ekspor batu bara dari komoditas yang menjadi cakupan awal DSI mencapai sekitar USD30,35 miliar. Sementara itu, nilai ekspor CPO mencapai sekitar USD22,67 miliar dan ferroalloy sekitar USD16,43 miliar.

Dengan demikian, total nilai perdagangan ketiga komoditas tersebut mencapai sekitar USD69,45 miliar atau hampir USD70 miliar.

Menurut Rosan, besarnya nilai perdagangan tersebut membuat penguatan tata kelola transaksi menjadi penting untuk memastikan aktivitas ekspor memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional.

“Tapi sifatnya dari DSI ini, kita lebih pada saat ini mengevaluasi, me-monitoring, dan juga memastikan bahwa yang paling penting adalah transparency of the transaction, itu yang paling penting buat kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rosan tidak dibentuk untuk menambah lapisan birokrasi maupun mengambil alih fungsi regulator dalam kegiatan ekspor.

Dirinya menuturkan, seluruh fungsi perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap berada di kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan.

“Namun ingin saya tegaskan bahwa DSI ini bukan tujuannya menambah lapisan birokrasi atau bukan pula menggantikan peran dari regulator,” tutur Rosan.