Bupati Mahulu: Bantuan Rp200 juta per RT harus tepat sasaran - ANTARA News Kalimantan Timur
Mahulu, Kaltim (ANTARA) - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan menegaskan bantuan keuangan Rp200 juta hingga Rp300 juta per rukun tetangga (RT) per tahun harus dikelola sesuai kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, dan yang terpenting adalah dikelola secara transparan.
“Program ini harus dikelola berdasarkan kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, tertib, transparan, dan harus dapat dipertanggungjawabkan agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Angela Idang di Mahulu, Kalimantan Timur, Senin.
Program ini menyasar 194 RT yang tersebar di 50 kampung di lima kecamatan. Tahun sebelumnya pun program ini sudah berjalan dengan nilai Rp100 juta per RT, sedangkan tahun ini naik menjadi Rp200 juta per RT, dan telah diluncurkan pekan lalu di Kecamatan Long Apari bersamaan peluncuran program Dasa Wisma.
Ia menjelaskan program RT dan dasa wisma merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Mahulu, untuk memperkuat pelayanan masyarakat dan ketahanan keluarga hingga tingkat kampung.
Selain bantuan Rp200 juta per RT per tahun, pemerintah daerah juga mengalokasikan dukungan Program Ketahanan Keluarga sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta per kelompok dasa wisma per tahun.
Menurut Angela, pelaksanaan kedua program tersebut dilakukan melalui mekanisme bantuan keuangan khusus kepada pemerintah kampung, maka keterlibatan pengurus RT, pengelola dasa wisma, pemerintah kampung, dan tim pendamping diperlukan agar bantuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Tim Pendamping Kampung dan tenaga ahli Gerakan Pembangunan Masyarakat (Gerbangmas) harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, administrasi, hingga pengembangan kegiatan," katanya.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai ketentuan, memiliki arah yang jelas, serta menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Angela juga mengingatkan pengurus RT dan dasa wisma agar aktif memantau kondisi keluarga, terutama menghadapi potensi kemarau yang dapat memengaruhi ketersediaan air bersih, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya.
"Mahulu termasuk wilayah di Kalimantan Timur yang diprediksi mengalami curah hujan rendah pada Oktober 2026. Kondisi ini perlu diantisipasi melalui pemantauan secara langsung di lingkungan masyarakat," ujarnya.
Pengurus RT dan dasa wisma diminta memperhatikan ketersediaan air, ketahanan pangan, kesehatan keluarga, serta kebutuhan dasar warga. Apabila menemukan persoalan, mereka harus segera berkoordinasi dengan kepala kampung agar penanganannya sesuai kewenangan dan kondisi setempat.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.