UMPR buka akses kuliah bagi pekerja melalui program RPL

Senin, 12 Oktober 2026 17:27 WIB

Image Print

Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, dan Diploma XXVI UMPR Tahun 2026 di Palangka Raya, Senin (12/10/2026). ANTARA/Rendhik Andika.

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), Kalimantan Tengah (Kalteng), memperluas akses pendidikan tinggi bagi pekerja dan praktisi yang belum memiliki gelar sarjana melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya diakui sebagai bagian dari proses pendidikan sesuai ketentuan.

Rektor UMPR Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP di Palangka Raya, Senin mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah lama bekerja, tetapi menghadapi keterbatasan waktu maupun akses untuk menempuh pendidikan tinggi secara reguler.

“Melalui RPL, pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya dapat diakui sesuai ketentuan, sehingga peserta tidak harus mengulang seluruh proses pembelajaran dari awal,” demikian substansi penjelasan Rektor UMPR terkait pengembangan akses pendidikan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, program tersebut juga menyasar kalangan pegawai dan praktisi, termasuk masyarakat yang telah bekerja tapi belum menyelesaikan pendidikan sarjana.

Melalui skema pengalaman kerja peserta yang dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut dapat dikonfersi untuk memperoleh pengakuan pembelajaran setara lima semester, sehingga sisa perkuliahan diperkirakan maksimal hingga empat semester.

Pengembangan RPL merupakan bagian dari upaya UMPR menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pengakuan terhadap pembelajaran yang diperoleh melalui pengalaman kerja diharapkan membantu meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang pengembangan karier dan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan daerah.

Baca juga: Gubernur Kalteng minta 668 lulusan UMPR berkontribusi bagi masyarakat

Selain memperluas akses melalui RPL, UMPR terus mengembangkan kapasitas kelembagaan dan pilihan pendidikan. Jumlah program studi yang sebelumnya 18 kini berkembang menjadi 44 program studi, dengan dukungan 15 fakultas. Perluasan tersebut memberikan pilihan bidang pendidikan yang lebih beragam bagi calon mahasiswa di Kalimantan Tengah maupun dari luar daerah.

Dalam tiga tahun terakhir, penerimaan mahasiswa baru UMPR berada pada kisaran 3.000 orang per tahun. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 5.000 mahasiswa pada tahun depan, seiring pengembangan program studi dan perluasan akses pendidikan.

"Pada 2026, UMPR juga mendapat penugasan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menyelenggarakan program Akademi Komunitas yang saat ini diikuti 138 mahasiswa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan keterampilan sesuai kebutuhan," kata Yusuf.

Pengembangan pendidikan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, dan Diploma XXVI Tahun 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Palangka Raya itu, UMPR mengukuhkan sebanyak 668 lulusan dari jenjang magister, sarjana, dan diploma.

Pada hari pertama, Minggu, sebanyak 335 lulusan mengikuti prosesi wisuda, sedangkan pada Senin, 333 lulusan lainnya dikukuhkan. Para lulusan diharapkan tidak hanya membawa bekal akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat.

Rektor UMPR berharap para wisudawan dapat menjadi sumber daya manusia yang intelektual, berintegritas, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah. Pendidikan tinggi, menurut dia, tidak hanya berorientasi pada perolehan gelar, tetapi juga membentuk lulusan yang bermanfaat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Melalui perluasan program studi, pengembangan RPL, dan kerja sama dengan pemerintah, UMPR berupaya memperkuat perannya dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung pembangunan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Mahasiswa UMPR raih penghargaan pemakalah terbaik pada The 4th IJESAS di Filipina

Baca juga: Mahasiswa PGSD UMPR jadi narasumber kegiatan internasional di Filipina

Baca juga: FAI UMPR-Kemenag Katingan kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi

Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.