Bagikan:

JAKARTA - Cemaran minyak dari ledakan kapal tanker Caroline Bezengi pada Juni 2026, saat ini telah mencapai 12 kilometer dari bentangan garis pantai Oman.

Tanker yang disebut-sebut armada bayangan Rusia itu berupaya mengangkut lebih dari 800.000 barel minyak kandas di Pulau Qabiliyah setelah mengalami ledakan akibat sanksi saat Timur Tengah memanas.

"Hasil pemantauan lapangan terkini menunjukkan bahwa luas garis pantai yang terdampak pencemaran di wilayah Ras Madrakah mencapai sekitar 12 kilometer, dan operasi penanganan saat ini sedang berlangsung di lokasi tersebut," demikian laporan Kantor Berita Oman (ONA), Sabtu 15 Agustus.

Tumpahan minyak mulai mencapai pantai Oman pada Rabu di sekitar Ras Madraka, berjarak 200 kilometer dari lokasi bangkai kapal tanker Caroline Bezengi.

Sejauh ini, dilaporkan ONA belum ada minyak yang mencapai Pulau Masirah—kawasan suaka margasatwa penting bagi penyu dan satwa liar lainnya—yang terletak lebih jauh ke utara.

"Hasil pemantauan hingga saat ini mengonfirmasi bahwa belum ada dampak pencemaran minyak yang mencapai pesisir Pulau Masirah, yang bagian selatannya termasuk dalam zona potensi terdampak," sambung laporan.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tumpahan minyak tanker itu terus bergerak ke arah tenggara, menjauhi Pulau Masirah dan menuju laut lepas.

BACA JUGA:


Greenpeace pada Kamis pekan ini menyebutkan, citra satelit memperlihatkan tumpahan minyak tanker Caroline Bezengi telah mencemari area seluas 1.700 kilometer persegi dan mengancam kawasan laut dilindungi, sekaligus habitat bagi pantai tempat penyu bertelur, paus bungkuk Laut Arab, serta terumbu karang.

Pemimpin kampanye Greenpeace regional, Hanen Keskes, mengatakan kepada AN bahwa segala bentuk kehidupan yang terjebak dalam tumpahan minyak berisiko mengalami dampak yang sangat parah.

"Wilayah cemaran memiliki keanekaragaman hayati laut yang kaya, yang mencakup—di antara banyak spesies lainnya—penyu sisik (Hawksbill turtle) yang diklasifikasikan IUCN sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered), paus bungkuk Laut Arab yang terancam punah (endangered), serta burung kormoran Socotra yang rentan (vulnerable)," ujar Keskes.

Setelah kejadian, Otoritas Oman telah mengerahkan tim untuk melakukan pembersihan, memantau tumpahan minyak, dan menilai kerusakan lingkungan.

Menurut AP pada Kamis, Perusahaan Inggris, Ambrey, menyatakan pihaknya terus berupaya mengevakuasi kapal tanker Caroline Bezengi. Petugas Ambrey juga telah menaiki kapal itu dengan bantuan angkatan udara Oman untuk memeriksa kondisinya.

Berdasarkan keterangan perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard, kepada AFP, kapal tanker Caroline Bezengi diketahui mengalami ledakan di lepas pantai Yaman pada awal Juni yang hingga saat ini penyebabnya belum diketahui. Kapal tersebut akhirnya kandas di Pulau Qabiliyah, bagian dari kepulauan Hallaniyat milik Oman.

Upaya pembersihan cemaran minyak terkendala oleh angin muson musiman Khareef, yang membawa angin kencang dan gelombang tinggi ke pesisir selatan Semenanjung Arab.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan dampak lingkungan akibat serangan AS terhadap Iran memicu aksi saling balas berujung konflik regional dan ketikutsertaan milisi Houthi di Yaman yang berpihak pada Iran.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+