Gubernur KDM gagas lima desa di Selatan Bekasi ditata karakter Sunda
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggagas pembangunan di lima desa pada wilayah selatan Kabupaten Bekasi ditata dengan mempertahankan karakter budaya khas Sunda guna membangun identitas agar tidak semata dikenal sebagai kawasan industri.
Gagasan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di Gedung DPRD setempat, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi, Sabtu (15/8).
"Kabupaten Bekasi memiliki beragam karakter wilayah, mulai dari kawasan industri, pertanian, pesisir hingga kawasan perdesaan. Karena itu, pembangunan daerah perlu mempertahankan sekaligus memperkuat karakter masing-masing wilayah," katanya.
Menurut dia sudah semestinya pemerintah daerah meletakkan dasar yang kuat untuk menentukan di mana ibu kota Kabupaten Bekasi agar bisa membangun perwajahan sebuah wilayah melalui kultur sehingga tidak terlalu identik dengan sebuah kawasan industri.
Salah satu bentuknya adalah penataan lima desa di wilayah Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu yang masih memiliki lingkungan relatif asri. Pembangunan di kawasan tersebut diharapkan tidak menghilangkan karakter lokal, tetapi justru menjadikannya sebagai kekuatan dan identitas baru Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Pemprov Jabar lanjutkan penataan di kawasan Puncak-Cianjur
Dedi menyatakan rumah-rumah masyarakat yang masih mempertahankan karakter tradisional tidak perlu diubah secara keseluruhan. Penataan cukup dilakukan dengan memperbaiki bagian-bagian yang diperlukan sehingga wajah perdesaan tetap terjaga.
Dia juga menilai kawasan tersebut memiliki potensi lingkungan yang perlu dipertahankan, mulai dari pertanian, kolam, sungai, pepohonan hingga ruang terbuka. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi perubahan fisik semata tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem.
"Penataan lima desa tersebut nantinya akan didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta menyiapkan perencanaan melalui mekanisme penganggaran dan mengidentifikasi desa-desa yang akan masuk dalam program tersebut," ujarnya.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan pihaknya akan memasukkan wilayah Bojongmangu dalam rencana penataan, selain kawasan Cibarusah yang sebelumnya telah menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat.
"Tadi Pak Gubernur berbicara dengan saya. Dia ingin dibangun lima desa itu dengan karakteristik Sunda. Karena Sunda itu, rumahnya enggak boleh diubah, rumahnya tetap, cuma nanti ditata," katanya.
Baca juga: Pemprov: Perayaan Hari Tatar Sunda bukan usaha ganti nama Jabar
Dirinya mengaku akan segera berkoordinasi dengan dua kecamatan tersebut untuk melihat langsung lokasi yang dinilai memiliki potensi dikembangkan melalui konsep desa berbasis karakter lokal dan lingkungan.
Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Kabupaten Bekasi yang berbeda dari citra kawasan industri. Terlebih, wilayah Cibarusah dan Bojongmangu memiliki kondisi alam yang masih relatif asri dan berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bogor.
Asep mengaku rencana penataan desa tersebut akan berjalan beriringan dengan pembangunan jalan provinsi menuju kawasan perbatasan. Dengan akses semakin baik, penataan desa diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus tetap menjaga karakter lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Syukron Hanas melanjutkan pembangunan identitas daerah menjadi salah satu hal penting yang perlu dirumuskan bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD.
"Kita butuh identitas. Mana sih ikon kita? Ikon itu yang menjadi cerminan. Identitas daerah tidak hanya berbentuk bangunan atau monumen, tetapi juga ruang interaksi masyarakat yang dapat menjadi tempat berkumpul dan mencerminkan karakter warga Kabupaten Bekasi," kata dia.
Baca juga: KDM siap tata Soekarno-Hatta hingga libatkan BJB untuk bangun JPO
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.