Chef Juna Tak Rekomendasikan Seblak Dimakan Terlalu Sering: Kerupuk Itu Diciptakan untuk Digoreng
Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB
VIVA – Seblak menjadi salah satu kuliner pedas yang memiliki banyak penggemar di Indonesia. Perpaduan kerupuk yang direbus dengan bumbu kencur dan sambal pedas membuat makanan khas Jawa Barat ini digemari berbagai kalangan, terutama anak muda.
Baca Juga
Namun, di balik popularitasnya, Chef Juna Rorimpandey memiliki pandangan berbeda. Saat berbincang bersama Sara Wijayanto, juri MasterChef Indonesia tersebut mengungkap alasan mengapa dirinya kurang merekomendasikan seseorang mengonsumsi seblak terlalu sering.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Chef Juna, ia tidak melarang orang menikmati seblak. Yang menjadi perhatian adalah kebiasaan sebagian orang yang terlalu sering mengonsumsinya.
Baca Juga
Chef Juna menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengatakan seblak tidak layak dimakan. Ia hanya merasa konsumsi makanan tersebut sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.
"Jadi bukannya nggak worth it, cuman saya tau banyak orang suka makannya sering dan menurut saya itu tidak baik,” kata Chef Juna yang dikutip dari YouTube pada Kamis, 30 Juli 2026.
Baca Juga
Dalam penjelasannya, Chef Juna menyoroti penggunaan kerupuk sebagai bahan utama seblak. Ia mengatakan kerupuk pada dasarnya dibuat untuk digoreng agar menghasilkan tekstur yang renyah.
"Contoh seblak, di mana-mana yang namanya kerupuk itu digoreng. Diciptakan sedemikian rupa untuk digoreng supaya ada udara masuk dan dia mengembang so you got the texture and crunchiness,” jelasnya.
Karena itu, menurutnya konsep mengolah kerupuk mentah dengan cara direbus lalu dicampur sambal terasa berbeda dari tujuan awal pembuatannya.
"Ini mentah dikasih sambel, i'm like. Ya okey nggak masalah saya tidak menghakimi orang yang makan seblak tetapi ya jangan sering-sering gitu,” jelasnya lagi.
Chef Juna mengaku mengenal orang-orang yang hampir setiap saat mencari dan mengonsumsi seblak. Menurut pengalamannya, kebiasaan tersebut sering berujung pada gangguan pencernaan.
"Because i know some people terus-terusan dan nyari, abis itu udahannya sakit perut,” katanya lagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia pun menilai bahwa seseorang tidak perlu memiliki latar belakang sebagai dokter atau ahli gizi untuk memahami bahwa mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan bukanlah kebiasaan yang baik.
"Tidak perlu ahli gizi atau dokter sekalipun yang tau kalo itu sering-sering tidak baik,” tandasnya.
Diserang Netizen Usai Kritik Karyawan Izin Gak Masuk Karena Anak Sakit, Chef Juna: Banyak yang...
Nama Chef Juna Rorimpandey kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal budaya kerja di dapur profesional memicu perdebatan luas di media sosial.
VIVA.co.id
23 Mei 2026