Selasa, 15 September 2026, 21:57 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi santai laporan yang menyebut adanya dugaan keterlibatan pihak China dalam penyediaan citra satelit pangkalan militer AS di Yordania kepada Iran.

Laporan tersebut menyebutkan, entitas asal China memasok citra satelit pangkalan militer AS kepada pihak Iran sebelum dan sesudah serangan yang menewaskan tiga tentara Angkatan Darat AS.

Trump mengatakan aksi saling memata-matai antarnegara merupakan hal yang lumrah. Menurut dia, tindakan yang dilakukan pihak lain pada dasarnya serupa dengan aktivitas yang juga dilakukan Amerika Serikat.

Sebelumnya, serangan rudal Iran menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang menjadi lokasi penugasan pasukan AS pada 17 Juli lalu.

Laporan The Wall Street Journal sebelumnya mengungkap adanya pembagian informasi intelijen oleh pihak Beijing. Namun, pejabat AS yang dikutip dalam laporan tersebut tidak menyebutkan secara rinci entitas China yang diduga terlibat.

Pemerintah China juga meminta bukti konkret terkait dugaan transfer citra satelit tersebut ketika didesak oleh pejabat AS. Beijing menolak mengakui adanya keterlibatan perusahaan China dalam penyediaan citra satelit kepada Iran.

Isu tersebut berpotensi menambah ketegangan hubungan Washington dan Beijing. Situasi ini muncul menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih yang dijadwalkan pada 24 Desember mendatang.

Baca Juga: Militer Tak Mempan, AS Mulai 'Iming-Imingi' Iran dengan Bahan Baku Nuklir dan Kebebasan Akses Internasional

Sebelum insiden tersebut, Trump sempat memperingatkan China agar tidak menjual senjata kepada Iran. Pada Mei lalu, Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan satelit berbasis di China yang dinilai memfasilitasi operasi militer Iran.

China selama ini dikenal sebagai mitra ekonomi utama Iran. Beijing membeli sebagian besar produksi minyak Iran dan juga menjadi salah satu pendukung diplomatik penting bagi pemerintah Teheran di tingkat internasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat