Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Cirebon, VIVA - Seorang dokter berinsial TO diduga tega aniaya seorang perawat berinsial T (30) karena cinta ditolak, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dalam insiden ini, korban berinsial T mengaku dirinya ditampar, dipukul pada bagian hidung hingga berdarah.

Baca Juga

Tak hanya situ saja, ia akui, kepalanya ditendang ketika dirinya berusaha melarikan diri. Selain itu, ia jelaskan, bahwa kejadian itu terjadi pada Kamis (8/10/2026) dan insiden itu, kata dia, tengah diselidiki Satreskrim Polresta Cirebon usai dirinya melaporkan hal itu ke pihak polisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan ia juga menceritakan soal tingkah dokter tersebut terhadap dirinya ketika sedang bertugas. 

Baca Juga

Di mana dokter yang memiliki perasaan asmara terhadap dirinya tiba-tiba mendatanginya dan mengajaknya menuju ke sebua ruangan belakang tangga dekat lift rumah sakit.

Korban mengaku, situasi di ruangan itu berubah menjadi menegangkan dan kata dia, dirinya langsung dibentak, ditampar hingga mengalami luka bagian wajah.

Baca Juga

"Di ruangan itu, langsung dibentak dan ditampar. Kemudian, hidung saya dipukul sampai mau pingsan," jelasnya.

Lebih ironis lagi, dirinya akui mengalami pendarahan di hidungnya. Bahkan, ia akui, pada saat itu kondisinya melemah.

Di tegah kondisi tersebut, dokter yang diduga lakukan penganiayaan itu sempat meninggalkan ruangan tersebut. Lalu momen itu dimanfaatkan korban berusaha menyelamatkan diri.

“Hidung saya sudah berdarah, pelaku bilang tunggu sebentar saya mau ambil tisu dan setelah pelaku pergi saya langsung mencoba lari dari ruangan tersebut untuk meminta pertolongan,” ceritanya.

Selain itu, ia juga menceritakan, pada saat dirinya melarikan diri menuju lift, ia dipergoki sang dokter.

Ia pun langsung diseret ke ruangan semula. Kekerasan berlanjut hingga dirinya ditendang pada bagian kepala.

“Saat mau kabur dengan menggunakan lift, saya malah ketahuan pelaku dan langsung saya diseret kembali ke ruangan, lalu saya ditendang di bagian kepala sampai saya nyaris pingsan,” bebernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai insiden ini terjadi, korban menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polrestas Cirebon, pada Jumat (9/10/2026).

Menyikapi kasus ini, Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Halaman Selanjutnya

“Benar, laporannya sudah ada. Sekarang sedang dilakukan penyidikan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak,” jelas Irfan.