Pariaman latih relawan bantu psikologis perempuan dan anak saat bencana

Rabu, 14 Oktober 2026 18:04 WIB

Image Print

Wali Kota (Wako) Pariaman, Sumbar Yota Balad membuka Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi Relawan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Lokasi Bencana dan Darurat di Kota Pariaman, Rabu. Antara/HO-Diskominfo Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) melatih 51 relawan terkait bantuan psikologis serta mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dan anak saat bencana dan situasi darurat.

"Kehadiran relawan yang memiliki keahlian Psychological First Aid (bantuan pertama psikologis) mutlak diperlukan di lapangan," kata Wali Kota (Wako) Pariaman Yota Balad saat membuka Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi Relawan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Lokasi Bencana dan Darurat di Kota Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan perempuan dan anak-anak merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami trauma psikologis sehingga ketika menghadapi bencana mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus.

Oleh karena itu, kata dia relawan harus bisa membantu memberikan rasa aman, mendengarkan secara empatik, membantu memenuhi kebutuhan mendesak, serta memfasilitasi akses terhadap layanan yang dibutuhkan.

Menurut dia, kemampuan relawan dalam memberikan perlindungan emosional dan melakukan pencegahan dini diperlukan untuk mengantisipasi potensi kekerasan berbasis gender, termasuk yang berisiko terjadi di posko pengungsian.

“Kita ingin para relawan tidak hanya sigap dalam melakukan evakuasi fisik, tetapi juga mampu memberikan perlindungan emosional, melakukan pencegahan dini, serta menangani kasus kekerasan yang berpotensi terjadi di posko pengungsian,” ujarnya.

Wako mengatakan pelatihan yang dilaksanakan dari 14 sampai 15 Oktober 2026 tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Pariaman agar relawan tidak hanya mampu membantu proses evakuasi tetapi juga memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat terdampak bencana.

Ia berharap relawan mampu menghadirkan rasa aman dan memberikan pendampingan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Relawan tidak hanya sigap dalam memberikan bantuan, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan, harapan, dan rasa kemanusiaan bagi sesama,” katanya.

Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumbar yang memiliki potensi besar mengalami bencana alam. Daerah itu juga terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 sehingga banyak warga menjadi korban yang harus dievakuasi.