Liputan6.com, Jakarta - Clean beauty semakin mendapat perhatian di dunia kecantikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen dalam memilih produk perawatan diri. Konsep ini mencakup lebih dari sekadar formula yang menghindari bahan tertentu.

Transparansi kandungan, penggunaan bahan baku berkelanjutan, pendekatan minimalis, serta dampak produk terhadap lingkungan turut menjadi bagian dari pembahasannya. Sejumlah produk clean beauty menghindari bahan seperti paraben, ftalat, dan formaldehida yang kerap menjadi perhatian konsumen.

Namun, istilah tersebut belum memiliki standar resmi yang menetapkan bahan apa saja yang dapat dikategorikan sebagai clean. Karena itu, konsumen tetap perlu mencermati daftar kandungan dan klaim pada kemasan agar pilihan perawatan sesuai dengan kebutuhan kulit.

Melansir Healthline, Kamis, 24 September 2026, ketertarikan terhadap konsep ini salah satunya muncul dari keinginan konsumen membatasi paparan bahan yang dianggap berpotensi menimbulkan masalah di kulit mereka.

Pemilihan produk tentu harus disesuaikan dengan kondisi kulit karena bahan alami sekalipun dapat memicu reaksi pada sebagian orang. Pemahaman tentang clean beauty juga berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan.

Konsumen mulai mempertimbangkan asal bahan, proses pembuatan, serta pengelolaan kemasan setelah produk habis digunakan.

Perubahan perilaku tersebut turut mendorong industri kecantikan memperhatikan aspek keberlanjutan dalam berbagai tahap, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi dan pengemasan, sekaligus mempertimbangkan bagaimana produk dapat digunakan secara lebih bertanggung jawab.

Sadar Lingkungan Secara Holistik

Perawatan wajah

Perbesar

Keamanan produk clean beauty harus bebas dari klaim "bebas dari," karena itu kita perlu jeli memilih produk yang tepat. (unsplash.com/Adrian Motroc).

Mengutip Personal Care Insights, Claudia Barba, manajer layanan teknis Beauty & Personal Care di Univar Solutions, mengatakan konsumen kini semakin mempertimbangkan kaitan antara kesehatan pribadi dan dampak lingkungan dari produk yang digunakan.

Pandangan tersebut membuat kecantikan alami tidak lagi sebatas soal bahan, tapi turut berkaitan dengan keberlanjutan, keamanan, praktik bisnis yang etis, serta klaim "bebas dari" kandungan tertentu.

Perubahan perilaku konsumen juga memengaruhi pengembangan formula kecantikan. Produsen mulai mempertimbangkan bahan yang dapat diperbarui, mudah terurai, dan berasal dari sumber alami, tanpa mengesampingkan efektivitas, stabilitas, tekstur, serta kenyamanan saat digunakan.

Aspek lingkungan pun semakin diperhatikan, termasuk sumber bahan, penggunaan lahan, risiko deforestasi, dan ketergantungan pada tanaman yang rentan terhadap perubahan iklim. Hal ini menjadi perhatian terutama untuk minyak, lemak, dan lipid yang banyak berasal dari wilayah tropis.

Label Alami dan Organik Tak Selalu Aman

Beragam jenis produk skincare

Perbesar

Produk clean beauty itu mengandung ekstrak tumbuhan, mineral, vitamin hingga madu. (Foto: Unsplash/michela ampolo)

Label alami dan organik sering menjadi perhatian saat konsumen memilih produk perawatan kulit. Istilah tersebut dapat ditemukan pada berbagai kategori produk, mulai dari pembersih wajah hingga serum dan pelembap.

Di tengah banyaknya klaim pada kemasan, konsumen perlu memahami bahwa setiap istilah memiliki konteks yang berbeda. Kata natural, green, atau chemical-free, misalnya, tidak secara otomatis menggambarkan keseluruhan proses pembuatan maupun dampak sebuah produk.

Pemahaman terhadap informasi pada kemasan menjadi penting agar konsumen tidak hanya terpaku pada kata-kata yang terdengar menarik. Selain klaim utama, informasi mengenai komposisi, fungsi produk, serta keterangan pendukung dapat memberikan gambaran yang lebih utuh.

Perkembangan clean beauty juga menunjukkan pentingnya komunikasi yang transparan dari industri. Klaim yang disampaikan secara jelas membantu konsumen memahami karakter sebuah produk dan membuat pilihan berdasarkan informasi yang relevan, bukan sekadar persepsi terhadap istilah tertentu.

Cara Tepat Memilih Produk Clean Beauty

Lawan Tanda-tanda Penuaan dengan Skincare Kandungan Immortelle

Perbesar

Cara tepat memilih produk clean beauty agar tidak tergiur dari kata alami dan natural. (Foto: Unsplash.com/Joshua Rawson Harris).

Memilih produk clean beauty dapat dimulai dengan melihat lebih jauh dari sekadar tampilan kemasan atau klaim yang ditonjolkan. Informasi mengenai sertifikasi juga dapat membantu memberikan gambaran tentang standar yang dipenuhi sebuah produk.

Beberapa nama yang kerap ditemui antara lain PETA, Fair Trade, dan ECOCERT, dengan cakupan sertifikasi yang berbeda. Aspek lain yang dapat diperhatikan adalah transparansi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

Informasi mengenai rantai pasok, sumber bahan baku, proses produksi, hingga kebijakan terhadap pekerja dapat menunjukkan sejauh mana prinsip keberlanjutan diterapkan. Dari sisi lingkungan, konsumen dapat mencari informasi mengenai penggunaan air dan energi, pengelolaan limbah, material kemasan, serta upaya perusahaan menekan emisi.

Pendekatan tersebut membantu melihat keberlanjutan secara lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan satu klaim pada produk. Konsumen juga dapat mempertimbangkan kredibilitas informasi yang disampaikan dan mencari sumber pendukung sebelum menentukan pilihan.