Jakarta -

Karateka senior Indonesia, Cok Istri Agung Sanistyarani menutup perjalanan panjangnya di multievent dengan cara manis. Medali perunggu Asian Games 2026 jadi capaian terakhir.

Medali perunggu yang diraih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi kado perpisahan indah setelah 13 tahun mengabdi di Pelatnas sejak 2013.

Cok Istri mengaku datang ke Asian Games keempatnya ini tanpa beban target. Cedera yang dialami dan kegagalan di AKF Championship dua bulan sebelumnya membuatnya sempat pesimistis, bahkan untuk masuk tim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari aku hasil sekarang melebihi target karena datang ke Asian Games tanpa target. Aku cuma berbekal semangat, tekad dan kasih penampilan terbaik. Jadi ini bisa dibilang melebihi target," ujar Cok Istri Agung setibanya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Perjalanan menuju Aichi-Nagoya memang tidak mudah. Dari 8 atlet yang diseleksi, hanya 6 yang berangkat. Kegagalan di SEA Games 2025 pada nomor perorangan dan hanya meraih medali di beregu juga sempat membuatnya ragu.

"Sempat awalnya kayak pesimis masuk tim, AKF juga gagal, itu kan bagian dari seleksi. Karena karate itu 8 orang jadi enam, tapi akhirnya masuk. Buat aku ini terbalas sih. Jadi akhirnya bisa menutup dengan medali, jadi apapun medalinya aku happy banget," dia mengungkapkan.

Medali perunggu ini semakin spesial karena di Asian Games 2023, dia sempat pulang tanpa medali sama sekali. Dari empat edisi Asian Games yang ia ikuti, hampir semuanya mentok di perebutan perunggu, dengan medali diraih pada 2018 dan 2026.

"Puas dong bisa menutup dengan manis. Puji Tuhan karena ini Asian Games keempat aku," katanya.

Meski Asian Games 2026 bakal menjadi multievent terakhirnya sebagai atlet, karateka berusia 31 tahun ini mengaku masih akan tampil sekali lagi di World Cup pada November mendatang.

Ia bersama tim kumite beregu putri lolos usai keberhasilan mereka meraih medali perunggu di AKF Championships di Bali.

Setelah itu, Cok Istri Agung akan menikmati waktu istirahat bersama keluarganya, dan mulai mengonsentrasikan diri ke kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenpora.

Menyoal target di World Cup November mendatang, Ia akan menjadikannya sebagai pesta terakhirnya sebagai atlet karate.

"Aku pribadi tak ada target. Ya bisa dibilang itu farewell aku lah sebagai atlet di tatami. Tapi sambil mengawal adik-adik, kalau mereka punya target lain, kita ikut gas juga," tegas Cok Istri Agung.

(mcy/aff)