ILUSTRASI. Pemerintah siapkan skema kredit khusus pelaku UMKM perempuan (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 69,5% UMKM di Indonesia belum dapat mengakses pembiayaan perbankan.

Kendala tersebut tidak hanya disebabkan keterbatasan akses ke lembaga keuangan, tetapi juga karena banyak pelaku usaha belum memiliki administrasi dan profil usaha yang memadai saat mengajukan kredit.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PT Credit Bureau Indonesia (CBI) menjalin kerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui integrasi platform Andalan UMKM ke dalam SAPA UMKM, platform digital milik Kementerian UMKM. Integrasi ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha membangun profil usaha sehingga lebih siap mengakses pembiayaan formal.

Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM Anang Rachman mengatakan, SAPA UMKM dikembangkan sebagai platform digital nasional yang mengintegrasikan data, layanan, dan berbagai program pemerintah dalam satu ekosistem.

"Kehadiran SAPA UMKM diharapkan mampu mewujudkan sistem satu data UMKM yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Platform ini juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM, termasuk dalam memperoleh akses pembiayaan," ujar Anang dalam keterangan resminya, Selasa (28/7).

Menurut Anang, pemerintah ingin memastikan pelaku UMKM lebih mudah memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, serta perlindungan usaha melalui platform tersebut.

"Lebih dari itu, SAPA UMKM akan mendorong semakin banyak UMKM masuk ke dalam ekosistem digital sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usahanya," tambahnya.

Melalui integrasi tersebut, pelaku UMKM yang telah terdaftar di SAPA UMKM dapat memanfaatkan empat layanan utama dari Andalan UMKM. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kelengkapan dokumen administrasi, penilaian profil usaha, rekomendasi perbaikan kesiapan pembiayaan, serta penyusunan profil usaha yang dapat mempermudah proses verifikasi oleh lembaga keuangan.

Direktur Utama CBI Anton Adiwibowo menilai, hambatan terbesar UMKM dalam memperoleh pembiayaan bukan semata pada potensi bisnis, melainkan kesiapan data dan administrasi yang dimiliki.

"Selama lima tahun terakhir, CBI membangun infrastruktur data untuk mendukung kesiapan UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal. Namun, kami belajar bahwa data saja tidak cukup, pelaku usaha juga perlu memahami bagaimana data tersebut membentuk profil kredit mereka," kata Anton.

Ia menambahkan, integrasi Andalan UMKM dengan SAPA UMKM diharapkan membantu pelaku usaha memahami profil usahanya, mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki, serta mempersiapkan diri sebelum mengajukan pembiayaan.

"Pelaku usaha yang memahami profil usahanya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan dan mengembangkan bisnisnya," ujarnya.

CBI menyebut integrasi ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama dengan Kementerian UMKM yang ditandatangani pada 29 Juni 2025. Melalui kerja sama tersebut, Andalan UMKM ditetapkan sebagai platform pendukung informasi perkreditan dan kredibilitas usaha UMKM yang kini terhubung dengan ekosistem pendataan nasional melalui SAPA UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

  • pembiayaan UMKM
  • Akses Pembiayaan UMKM
  • pembiayaan UMKM syariah
  • pembiayaan UMKM perikanan