Dalam Sepekan, Lebih dari 1.400 Siswa-Guru di Jateng Diduga Keracunan MBG |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Lebih dari 1.400 siswa, termasuk guru, di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sepekan terakhir. Sejumlah siswa yang menjadi korban mengaku trauma jika harus mengonsumsi MBG lagi.
Sebanyak 777 siswa dan guru di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mengalami gejala keracunan, terutama diare, pada Kamis (3/9/2026). Hal itu diduga akibat menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Setidaknya lima siswa harus menjalani rawat inap. Penyebab keracunan diduga berasal dari lauk ayam bakar.
Ketika diwawancara pada Kamis pekan lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang, Ali Syofi’i, mengatakan terdapat 777 orang mengalami gejala keracunan di SMAN 1 Lasem. “777 itu terdiri dari 752 siswa dan 25 guru atau bagian tata usaha,” ujarnya.
Ali mengungkapkan, dokter memutuskan melakukan rawat inap terhadap lima siswa karena intensitas diare mereka cukup sering.
Pada Selasa (8/9/2026), setidaknya 136 siswa dan satu guru di SMAN 1 Tunjungan di Kabupaten Blora juga mengalami gejala keracunan. Penyebabnya diduga adalah menu MBG yang dikonsumsi pada hari sebelumnya. Gejala umum yang dialami para korban adalah diare.
“Tadi di data oleh Dinas Kesehatan, siswa ada 133 dan satu guru. Kemudian tiga siswa yang tidak hadir karena diare, maka kami juga menduga karena keracunan. Sehingga total ada 137,” ungkap Kepala SMAN 1 Tunjungan Blora, Yuni Ni’wati, ketika diwawancara pada Selasa.
Yuni mengungkapkan, kasus dugaan keracunan MBG di sekolahnya baru sekali terjadi. Kendati demikian, hal itu langsung membuat para siswa trauma. “Dengan kejadian seperti ini, anak-anak merasa trauma,” ujarnya.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengatakan akan merekomendasikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 ditutup. Hal itu menyusul kasus dugaan keracunan MBG di SMAN 1 Tunjungan Blora.
Sri mengungkapkan, sebelum kasus dugaan keracunan di SMAN 1 Tunjungan, SPPG Sukorejo 2 sudah dua kali diberi peringatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Republika, peringatan tersebut terkait dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Karena SPPG Sukorejo ini sudah dua kali kita peringatkan, dan ini (kasus dugaan keracunan) yang ketiga, kami mau enggak mau harus mengusulkan tutup,” ujar Sri yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan MBG Blora ketika diwawancara pada Selasa kemarin.
Ketika ditanya apakah akan diusulkan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup permanen, Sri mengatakan hal itu sebenarnya merupakan kewenangan pusat. Namun dia bakal tetap mengusulkan SPPG Sukorejo 2 ditutup permanen. “Saya usulkan ditutup, permanen, karena sudah tiga kali missed,” ucapnya.
Pada Selasa kemarin, sebanyak 271 siswa dan tujuh guru di Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Rembang turut mengalami gejala keracunan. Sama seperti kasus lainnya, mereka diduga keracunan dari menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Menunya terdiri dari nasi, ayam kare, oseng jagung, dan potongan buah melon.
“Jumlah siswa terdampak mencapai 271 anak. Sebanyak 26 siswa dibawa ke Puskesmas Lasem,” kata Kepala MAN 2 Rembang Achmad Syuhada.
Menurut Syuhada, setidaknya terdapat tujuh guru yang turut mengalami gejala keracunan MBG. “Namun kondisinya tidak sampai harus masuk ke puskesmas,” ujarnya.