Debut Rahmat/Priskila menang di Surabaya International Challenge - ANTARA News Jawa Timur
Ini pertama kali kami bermain ganda campuran dan tidak ada persiapan untuk latihan bareng
Surabaya (ANTARA) - Debut pasangan ganda campuran Indonesia Rahmat Hidayat/Priskila Venus Elsadai berhasil menang atas pasangan Indonesia lainnya Abdul Sabqi Azib/Fiersha Aulia Aqilla Shafa 21-18, 18-21, 21-16 pada babak kualifikasi Polytron Surabaya International Challenge 2026 di GOR Sudirman, Surabaya.
“Alhamdulillah hari ini kami bermain dengan lancar dan dijauhkan dari cedera, tetapi saya masih beradaptasi dengan permainan ganda campuran,” kata Rahmat di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Laga selama 57 menit tersebut menjadi pertemuan pertama sekaligus pertandingan pertama Rahmat/Priskila sebagai pasangan ganda campuran dan mereka langsung mencatatkan satu kemenangan tanpa kekalahan.
Rahmat yang berusia 23 tahun dan Priskila berusia 21 tahun mampu mengatasi Azib/Shafa yang sama-sama berusia 18 tahun dan sebelumnya telah memiliki empat pertandingan dengan catatan dua kemenangan dan dua kekalahan.
Priskila mengatakan mereka tidak memiliki persiapan latihan bersama karena baru pertama kali dipasangkan dan langsung bertanding di lapangan.
“Ini pertama kali kami bermain ganda campuran dan tidak ada persiapan untuk latihan bareng, jadi kami langsung bertanding di lapangan,” ujar Priskila.
Menurut dia, saling mendukung dan menenangkan menjadi hal penting karena keduanya belum mengetahui karakter permainan masing-masing.
“Buat saya yang terpenting kami saling mendukung dan saling menenangkan karena kami belum tahu pasangan kami seperti apa,” katanya.
Sementara itu, Rahmat mengakui dirinya masih harus beradaptasi dengan pola permainan ganda campuran karena lebih banyak bergerak di depan sehingga Priskila harus mengambil peran di belakang.
“Di game awal kami masih mencari-cari bagaimana pola permainan ganda campuran, alhamdulillah bisa diberikan kemenangan,” ujar Rahmat.
Ia mengatakan pola tersebut menjadi salah satu evaluasi untuk pertandingan berikutnya agar pembagian area permainan bersama Priskila dapat berjalan lebih baik.
Priskila menilai mereka kehilangan ketenangan pada gim kedua sehingga Azib/Shafa mampu memaksakan pertandingan ke gim penentuan.
“Di gim kedua kami kurang tenang, lawan sendiri masih junior jadi mereka lebih nothing to lose,” kata Priskila.
Rahmat/Priskila kemudian kembali menjaga permainan pada gim ketiga untuk mengamankan kemenangan dan melanjutkan langkah mereka di Polytron Surabaya International Challenge 2026.
“Untuk besok startnya harus bagus dan hawa mainnya jangan sampai kalah sama lawan,” ujar Priskila.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.