Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Surabaya, VIVA - Seorang bocah berusia 10 tahun dengan kebutuhan khusus down syndrome berinisial Z ditemukan tewas usai diduga menjadi korban bully anak tetangga, di Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga

Sontak, insiden ini membuat ayah korban berinsial SAW (35) menuntut keadilan dan berharap polisi atau pihak terkait memberi perhatian kepada kasus ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SAW menceritakan bahwa dugaan insiden itu terjadi pada Sabtu (12/9/2026). 

Baca Juga

Saat itu ia sedang tertidur karena meminum obat pascaoperasi ginjal. Sementara itu istrinya, NF, sedang berjualan sari kedelai di pasar.

Sang anak yang merupakan penyandang disabilitas intelektual alias down syndrome dan sehari-sehari menggunakan kursi roda, sedang berada di teras rumah.

Baca Juga

Kemudian, sekitar pukul 09.20 WIB, NF pulang dan langsung berteriak histeris. 

SAW terbangun dan mendapati anaknya, yang hanya bisa duduk di kursi roda, sudah terjatuh di teras rumah.

"Sekitar jam 09.20 WIB istri saya datang. Tiba-tiba istri saya berteriak-teriak, 'Bi, anaknya biru, anaknya wis biru'," cerita SAW saat dikonfirmasi media pada Minggu (18/10/2026).

Usai kejadian itu, SAW berupaya menenangkan istrinya yang menangis histeris. 

Dia lalu menggendong Z untuk melihat kondisinya lebih dekat dan kaget melihat kondisi anaknya tersebut karena menemukan sejumlah indikasi luka penganiayaan hingga tali sepatu di lehernya.

"Hasil autopsi di Polda Jawa Timur juga ada cairan sabun colek di lambung anak saya," ungkap SAW.

SAW menyebut warga sekitar hanya berkumpul dan berkerumun tanpa memberikan pertolongan. 

Hingga kemudian seorang warga menolong dengan ikut membawa Z bersama orang tuanya ke rumah sakit terdekat. Ironisnya setelah 15 menit tiba, Z dinyatakan meninggal dunia pada 09.45 WIB.

Kemudian, SAW katakan, dirinya memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang ada di rumahya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia kemudian melihat dua bocah anak tetangganya yang masih di bawah 11 tahun, keluar-masuk ke kediamannya secara bergantian pada pukul 08.15 hingga pukul 08.47 WIB, pada hari ketika anaknya ditemukan tewas.

"Artinya, anak saya [diduga] disiksa selama kurang lebih 12 menit. Selang 5 menit kemudian, salah satu pelaku masuk kembali sendirian dari jam 08.37 WIB sampai jam 08.47 WIB," ujar SAW menuding anak tetangga.

Halaman Selanjutnya

Ia menduga, kedua bocah itulah yang melakukan perbuatan perundungan hingga menyebabkan Z meninggal dunia.