Jakarta -

Etihad Airways diduga terseret dalam kasus pelanggaran finansial Manchester City. Pihak maskapai buka suara.

Etihad Airways merupakan sponsor utama Manchester City. Namanya terpampang di depan jersey, turut jadi nama stadionnya.

Etihad Airways sudah jadi sponsor City sejak tahun 2009. Kontraknya jangka panjang masih sampai saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manchester City sudah dinyatakan bersalah oleh komisi independen soal pelanggaran finansial. Ada 114 dakwaan!

Salah satunya soal manipulasi sponsor. Pihak sponsor dinilai cuma menanggung sebagian nilai perjanjian, sementara sisanya ditanggung Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), kelompok usaha yang memiliki Manchester City.

ADUG juga disebut mendanai pengaturan lain yang membuat biaya operasional yang dicatat klub tampak lebih rendah dibanding pengeluaran sebenarnya.

Etihad Airways buka suara. Mereka tegas menolak segala tudingan bahwa mereka terlibat dalam kesepakatan yang tidak wajar.

"Etihad secara tegas menolak temuan, kesimpulan, atau implikasi apa pun yang mengisyaratkan bahwa maskapai ini pernah terlibat dalam kesepakatan komersial yang tidak wajar. Komunikasi publik Premier League mengenai temuan Komisi, telah menimbulkan dampak yang merugikan bagi Etihad, meskipun nama maskapai ini tidak disebutkan dalam dokumen temuan yang telah disunting dan dipublikasikan tersebut," tulisnya dilansir dari Tribuna.

"Premier League sama sekali tidak pernah menghubungi atau melibatkan Etihad dalam proses yang berkaitan dengan pendapat Komisi tersebut. Oleh karena itu, Etihad tidak pernah diberi kesempatan oleh Premier League untuk memberikan perwakilan, menyampaikan informasi yang relevan, ataupun memastikan akurasi dan keadilan informasi yang menjadi dasar pengambilan kesimpulan,"

"Etihad sangat prihatin dengan cara kasus ini ketika berkembang di publik. Kurangnya kejelasan dan transparansi, ditambah dengan pengungkapan informasi yang selektif, telah menimbulkan dampak yang merugikan bagi Etihad meskipun nama maskapai ini tidak tercantum dalam keputusan yang dipublikasikan. Premier League harus bertanggung jawab atas konsekuensi dari cara penyajian temuan-temuan tersebut,"

"Kami berdiri bersama Klub, para pendukungnya, dan komunitas Etihad yang lebih luas saat Manchester City menantang kesimpulan Komisi melalui prosedur yang tersedia. Etihad akan mencari nasihat hukum terkait opsi dan langkah hukum yang dapat diambil untuk melindungi kepentingan perusahaan," tutupnya.

(aff/cas)


Lihat lebih banyak