Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan meminta masyarakat menunda aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk akibat peningkatan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mengurangi risiko paparan yang dapat mengganggu kesehatan.

Kepala Dinkes Kalsel Diauddin di Banjarmasin, Kamis, mengatakan masyarakat perlu memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah sebagai acuan untuk menentukan apakah kegiatan tersebut aman dilakukan atau sebaiknya ditunda.

“Bagi yang melaksanakan kegiatan di luar itu sebelum melaksanakan kegiatan harusnya memang ada sedikit koordinasi untuk tahu kualitas udara,” ujarnya.

Menurut dia, informasi mengenai kualitas udara penting diperhatikan masyarakat sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin pekat dan berpotensi meningkatkan paparan terhadap saluran pernapasan.

“Kabut asap dapat mengandung partikel dan iritan yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan, sehingga masyarakat diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ketika kondisi kabut asap semakin pekat,” katanya.

Baca juga: Satgas Karhutla siapkan 10 ton garam untuk modifikasi cuaca di Jambi

Jika terpaksa harus keluar rumah, dia mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap, serta memperbanyak konsumsi air putih, makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh.

Ia menyebutkan langkah sederhana tersebut dapat menjadi penanganan awal ketika mulai muncul keluhan seperti batuk atau rasa tidak nyaman pada saluran pernapasan akibat paparan kabut asap.

“Banyak minum air putih, istirahat yang cukup itu sudah cukup sebelum obat. Yang jelas jangan dulu terpapar langsung kabut asap yang pekat,” katanya.

Namun, kata dia, apabila keluhan kesehatan berlanjut atau semakin berat, masyarakat segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi kesehatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih berlangsung,” ujar Diauddin.

Baca juga: BPBD Lampung: OMC selama 26-30 Agustus tangani karhutla dan kekeringan

Baca juga: KLH terjunkan ratusan pengawasan usut 42 korporasi terkait karhutla

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.