Kita sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada Kamis kembali menekankan banyaknya capaian yang dihasilkan pemerintahannya untuk kesejahteraan rakyat dalam dua tahun terakhir.

Dalam Muktamar ke-35 NU yang diadakan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan NU dan Muhammadiyah dalam dua tahun masa kepemimpinannya.

"Dengan belum sampai dua tahun kita telah mencapai prestasi-prestasi besar. Kita sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun," tutur Prabowo.

Baca juga: Prabowo nilai NU institusi bersejarah dan berjasa besar bagi Indonesia

Kepala Negara dalam kesempatan itu juga memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis yang sudah diterima 62 juta penerima manfaat, disalurkan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Mengakui masih banyak perbaikan yang harus dilakukan di dalam Program MBG, Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan perbaikan untuk memastikan para penerima manfaat yang membutuhkan termasuk ibu hamil, orang lanjut usia dan anak-anak dapat terus menerima MBG.

Ikut disinggung juga puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan beroperasi dalam waktu dekat, menyalurkan barang subsidi untuk masyarakat yang berhak.

"Saudara-saudara, prestasi kita cukup, tantangan kita banyak. Cuaca El Nino yang sangat kuat, tantangan karena kita hidup di gugusan pulau yang sangat makmur, tapi juga penuh dengan tantangan-tantangan alam. Tapi negara kita kuat dan semakin kuat," ujarnya.

Baca juga: Momen Prabowo tagih kartu anggota NU ke Gus Yahya di Muktamar

Di kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan terhadap para ulama dan kiai NU. Tidak hanya ulama dengan nama besar dan dikenal luas masyarakat, tapi juga kiai yang mengabdikan diri di akar rumput.

Prabowo menyebut para kiai tersebut tidak hanya menjaga akhlak anak-anak tapi juga kerukunan umat dan antarumat, memastikan kedamaian di desa-desa. Mereka juga mendoakan bangsa tanpa meminta imbalan kepada negara.

"Terima kasih kepada semua ulama, yang terkenal maupun Kiai-Kiai kampung, yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi. Tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita," tutur Prabowo.

Baca juga: Prabowo jamin barang subsidi sampai kepada rakyat

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.