Dinkes Kaltim siagakan tim krisis atasi ISPA dampak karhutla - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyiagakan tim krisis kesehatan dan pendistribusian logistik untuk merespons potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Tim krisis kami telah bersiaga dan terus bekerja di lapangan untuk memantau peningkatan kasus-kasus penyakit yang berpotensi dialami masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Kamis.
Langkah antisipasi tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah seiring dengan fenomena musim kemarau yang memicu kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, dan peningkatan sebaran debu serta asap.
"Kami langsung merespons situasi tersebut dengan mengirimkan bantuan logistik kesehatan, termasuk ketersediaan masker, ke sejumlah wilayah terdampak seperti Berau dan Paser sebagai daerah yang paling rawan karhutla," ujarnya.
Ia menambahkan, puluhan ribu boks masker dewasa disalurkan ke lima wilayah kabupaten dengan risiko paparan asap paling tinggi, yakni Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser.
Sasaran utama penerima bantuan alat tersebut mencakup ribuan jiwa dari kelompok rentan seperti anak balita, wanita hamil, serta warga lanjut usia.
Ia mengatakan, pemantauan intensif di lapangan mencatat adanya tren peningkatan kasus ISPA di tengah masyarakat yang berkisar antara 10 hingga 20 persen akibat paparan cuaca panas dan debu.
Secara akumulatif sejak Januari, catatan kasus ISPA tertinggi berada di Kota Balikpapan dengan 66.468 kasus, Samarinda (48.230), Kutai Kartanegara (29.453), dan Kutai Barat dengan 7.562 kasus.
"Perkembangan data kesehatan warga tersebut terus dilaporkan secara aktual setiap hari oleh jaringan puskesmas dan rumah sakit melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Responsif," tutur Jaya.
Untuk memperkuat mitigasi kesehatan, pemerintah provinsi telah menerbitkan surat edaran resmi serta menggelar rapat koordinasi intensif bersama jajaran pemerintah kabupaten dan kota.
"Jajaran kesehatan terus berfokus mengikuti standar kegiatan siaga, merespons potensi bencana, serta memastikan pemeliharaan layanan pemulihan kesehatan masyarakat berjalan maksimal," demikian Jaya.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.