Dinkes Kota Sorong data 1.509 kasus malaria hingga Juni 2026 - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong, Papua Barat Daya, mencatat sebanyak 1.509 kasus malaria terkonfirmasi positif selama periode Januari hingga Juni 2026 dari target 3.518 kasus yang ditemukan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sorong, Jenny Isir di Sorong, Rabu, mengatakan hingga pertengahan tahun 2026 sebanyak 32.547 orang telah menjalani pemeriksaan malaria atau mencapai 77 persen dari target pemeriksaan sebanyak 42.427 orang.
"Jumlah orang yang positif malaria dari Januari sampai Juni sebanyak 1.509 kasus," katanya.
Selain itu, sebanyak 1.324 penderita atau 87,67 persen dari total kasus positif telah memperoleh pengobatan sesuai standar.
Jenny menjelaskan, kasus malaria tertinggi masih ditemukan di Distrik Maladumes, Distrik Sorong Barat, Distrik Sorong Manoi, dan Distrik Sorong Kepulauan sehingga menjadi fokus pengendalian penyakit di daerah tersebut.
Ia mengatakan angka Annual Parasite Incidence (API) atau angka kejadian malaria di Kota Sorong selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 4,90 per 1.000 penduduk, masih berada di atas target eliminasi malaria yang menetapkan API kurang dari satu per 1.000 penduduk.
Kondisi tersebut menunjukkan upaya percepatan eliminasi malaria masih perlu diperkuat melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, Dinkes Kota Sorong menggelar kegiatan sosialisasi percepatan eliminasi malaria dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, instansi terkait, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengendalian penyakit tersebut.
"Kami mengharapkan seluruh lintas sektor dapat berperan aktif dan bekerja sama mendukung percepatan eliminasi malaria sehingga Kota Sorong dapat bebas malaria pada 2028 hingga 2029, sebagai bagian dari target eliminasi malaria nasional pada 2030," ujar Jenny.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.