Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan 6,6 hektare dan dirancang untuk menampung sekitar 370 siswa.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, konsep terintegrasi membuat jenjang SD, SMP, dan SMA berada dalam satu kawasan pendidikan.

Selama berada di lokasi, Qodari berkeliling melihat berbagai fasilitas yang telah disiapkan. Ia meninjau ruang guru, asrama siswa, toilet, laboratorium, lapangan olahraga, masjid, kantin, hingga guest house.

Baca Juga: Mensos Sambangi ICW, Perkuat Pencegahan Korupsi Program Sekolah Rakyat

Menurutnya, kualitas bangunan dan kelengkapan fasilitas yang tersedia sangat mengesankan.

"Saya yakin bapak presiden juga sangat bangga dan sangat terharu kalau melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat ini. Karena sekolah ini begitu luas. Gedung asramanya juga bagus, fasilitasnya juga bagus. InsyaAllah akan sangat menunjang dan membahagiakan bagi pendidikan anak-anak kita," jelas Qodari, dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Ia menilai fasilitas yang tersedia tidak kalah dengan sekolah swasta berstandar tinggi. Yang membuatnya semakin terkesan, seluruh fasilitas tersebut justru diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Yang jelas fasilitasnya luar biasa. Kalau kita melihat fasilitas ini, biasanya sekolah-sekolah swasta yang sangat bagus dan sangat mahal memiliki fasilitas seperti ini. Tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung," ujar Qodari.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Diperluas Jadi 182 Titik Tahun Ini, Targetkan 43.344 Peserta Didik

Menurut Qodari, pendidikan menjadi kunci untuk mengubah masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Mudah-mudahan tempat ini akan menjadi pintu, menjadi jalan bagi perubahan nasib anak-anak kita yang kurang beruntung dan bagi keluarga mereka," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa calon siswa yang nantinya akan menempati sekolah tersebut saat ini telah mengikuti proses belajar di Sekolah Rakyat transisi sebagai bagian dari persiapan sebelum menempati gedung permanen.

Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata implementasi program Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Menurut Qodari, gagasan yang sebelumnya hanya berupa konsep kini mulai terwujud menjadi fasilitas pendidikan yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Dibuka, Apa Bedanya dengan Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda?

Hadirnya Sekolah Rakyat juga menjadi simbol bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik.

"Ini mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, agar semua memiliki kesempatan yang sama untuk bisa maju melalui pendidikan," katanya.