Dinkes Maluku perkuat pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja di daerah kepulauan - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Maluku memperkuat pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta penerapan standar layanan yang mendukung deteksi dini berbagai masalah kesehatan anak di daerah kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr Elna Anakotta di Ambon, Jumat, mengatakan penguatan pelayanan tersebut penting karena kesehatan anak dan remaja berkaitan langsung dengan kualitas generasi Maluku di masa mendatang.
"Ketika kita berbicara tentang kesehatan anak dan remaja, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan generasi Maluku. Anak-anak kita hari ini adalah cerminan Maluku masa depan," kata dia.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya memastikan anak tidak mengalami sakit, tetapi juga harus menjamin mereka tumbuh sehat, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan.
Ia mengatakan masih terdapat sejumlah tantangan kesehatan pada kelompok usia sekolah dan remaja di Maluku, mulai dari anemia, masalah gizi, perilaku hidup sehat, kesehatan mental, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih.
"Karena itu tugas kita bukan sekadar memastikan bahwa mereka sehat, tidak sakit, tetapi memastikan bahwa mereka tumbuh sehat, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan," ujarnya.
Elna menegaskan kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak dan remaja untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
"Saya percaya bahwa kondisi geografis Maluku tidak boleh menjadi batas bagi hak seorang anak untuk mendapatkan layanan kesehatan," katanya.
Penguatan layanan tersebut dilakukan melalui Coaching Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja (Usekrem) di Kota Ambin. Kegiatan itu dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku bersama Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menerapkan standar pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja, termasuk penggunaan metode HEEADSSS serta Manajemen Terpadu Pelayanan Kesehatan Remaja (MTPKR).
HEEADSSS merupakan pendekatan wawancara terstruktur untuk menggali berbagai aspek kehidupan remaja yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan, seperti rumah, pendidikan, aktivitas, penggunaan zat, kondisi emosional, keamanan, serta hubungan sosial.
Selain itu, penguatan layanan juga mencakup skrining dan deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan emosional, edukasi gizi, pencegahan stres, serta pemantauan pelaksanaan skrining kesehatan anak sekolah melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) di satuan pendidikan.
Dirinya mengatakan pendekatan tersebut diperlukan agar persoalan kesehatan anak dan remaja dapat ditemukan lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih berat.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor karena pelayanan kesehatan anak dan remaja tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas kesehatan.
"Kami tidak dapat bekerja sendiri. Saya mengajak kita semua untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan anak Maluku yang sehat," ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memastikan mereka memperoleh informasi dan layanan kesehatan yang tepat.
Dengan penguatan tersebut, Dinkes Maluku berharap pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja dapat semakin merata, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah dengan tantangan akses akibat kondisi geografis kepulauan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.